Secara nasional, Jawa Barat berada di urutan ke-24 provinsi termiskin di Indonesia, dengan Indramayu berada pada posisi teratas dengan jumlah penduduk miskin mencapai 214,7 ribu jiwa.
Baca Juga: Tim Perumus Debat Publik Dirombak KPU Jember, Tim Paslon 02: Keberatan Kita Didengar
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan publik, apalagi Indramayu merupakan salah satu kabupaten yang memiliki sumber daya alam melimpah di Jawa Barat.
"Memang betul indramayu gak ada kemajuan, selama ini saya yang orang Indramayu aja sangat merasakan, padahal salah satu penghasil migas, penyuplai ikan dan ikut jadi sumber lumbung pangan terbesar di Indonesia, miris banget sih," komentar salah satu netizen.
"Ini PR bagi pemerintahan selanjutnya, karena Indramayu ini emang kudu banyak perbaikan, meskipun sumber daya alamnya melimpah tapi masyarakatnya banyak yang masih miskin," imbuh netizen lainnya.
Menurut Lucky Hakim, banyak anggaran pemerintah daerah yang tidak terpakai dengan baik dan akhirnya "nganggur".
Fenomena ini memang bisa terjadi di berbagai daerah akibat dari perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang tidak tepat sasaran atau kurangnya penyerapan dana.
Dana yang tidak terpakai ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk program-program penanggulangan kemiskinan, seperti peningkatan infrastruktur atau pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Namun, masalah penyerapan anggaran ini bukan satu-satunya penyebab tingginya angka kemiskinan di Indramayu.
Perlu juga ada pembenahan dari sisi manajemen anggaran dan prioritas pembangunan sehingga bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!