SketsaNusantara.id - Kritik terhadap cawagub nomer 1 Suswono, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Ridwan Kamil terus berdatangan usai ia mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.
Pernyataan kontoversial itu adalah ketika ia mengatakan program kesejahteraan sosialnya akan menyentuh semua kalangan termasuk janda miskin.
Namun Suswono menyarankan agar janda kaya menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama untuk laki-laki dengan ekonomi rendah.
Dalam pernyataan kontroversialnya, Suswono mencontohkan Siti Khadijah, janda kara raya yang kemudian menikahi Nabi Muhammad SAW.
Pernyataan itulah yang kemudian mendatangkan polemik karena sebagai umat muslim kita harus memahami bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang pengangguran sebelum menikah dengan janda kaya raya yang bernama Siti Khadijah RA.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman muhammadiyah.or.id, sebelum menikah dengan Siti Khadijah, Nabi Muhammad dikenal sebagai seorang penggembala di daerah Bani Sa'd.
Sebagai penggembala di alam terbuka, disanalah ia belajar tentang arti ketekunan, tanggung jawab, kuat serta penuh kasih sayang kepada siapapun.
Setelah itu beliau juga kerap menemani Abu Thalib sang paman dalam perdagangan sehingga Nabi Muhammad juga memiliki pengalaman tentang seluk beluk perdagangan.
Untuk itulah karena kejujurannya dalam berdagang, Nabi Muhammad SAW kemudian mendapatkan julukan Al-Shafiq sebagai orang yang jujur serta Al-Amin sebagai seseorang yang bisa dipercaya.
Artinya Nabi Muhammad SAW mendapatkan dua julukan itu saat berdagang sebelum ia bertemu dengan Siti Khadijah, lalu bagaimana bisa Nabi Muhammad dikatakan sebagai pengangguran?