"Janji dan komitmen kami di awal sejak struktural kabinet Panca Aksara terbentuk, yakni menciptakan kebermanfaatan untuk seluruh Civitas Akademika FISIP Unair. Hal ini termasuk menumbuhkan jiwa kritis dan peka sosial kepada mahasiswa. Adapun janji kami hampir seluruhnya terwujud melalui puluhan program kerja dan agenda yang telah terlaksana dan sedang dilaksanakan," imbuhnya.
Dikatakan pihak BEM Fisip Unair bahwa hingga kini belum ada proses diskusi lebih lanjut dengan Dekan FISIP perihal surat pemberitahuan pembekuan BEM.
Meski begitu, pihak BEM Fisip Unair tak akan tinggal diam.
"Kami sepakat untuk tidak menyerah untuk memproses keadilan bagi seluruh fungsionaris dan tetap melanjutkan perjuangan sampai waktu demisioner yang telah ditentukan," tutupnya.
Kabar pembekuan BEM Fisip Unair buntut dari karangan bunga berisi satir kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ini menuai beragam tanggapan dari warganet.
"Rektorat dan pengurus unair harusnya malu ketika membatasi kebebasan berekspresi mahasiswanya, terutama di fisip dan perihal politik," komentar warganet.
"Kawal kebebasan berekspresi di kampus, KAMI BERSAMA BEM FISIP UNAIR," tulis warganet.
Baca Juga: Profil Budi Santoso, Dekan FK Unair yang Dicopot Karena Tolak Dokter Asing
"Setiap tahun di fisip ada peringatan buat penculikan herman bimo, diskusi 98 wajib buat mahasiswa juga dan masuk tugas mata kuliah, terus apa yang mereka harepin ketika mahasiswa tau kalau presidennya adalah orang bertanggung jawab atas penculikan? diem aja gitu?," kata warganet.
"Kalo gak dibekukan nanti rektornya gabisa njilat pemerintah lagi," timpal warganet yang lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!