Pria kelahiran 6 September 1966 itu menjabat sebagai Dekan FISIP Unair sejak tahun 2022 lalu.
Dosen yang kerap disapa Prof. Bagong itu merupakan alumni Departemen Sosiologi Unair tahun 1988 dan menyelesaikan studi S2 dan S2 berturut-turut pada tahun 1999 dan 2012.
Dosen asal Kertosono, Jawa Tengah ini mendapatkan predikat Guru Besar ke-461 bagi Universitas Airlangga (Unair) dengan mengambil kajian Sosiologi Ekonomi sebagai khazanah ilmu yang ia pilih.
Dekan FISIP Unair ini telah mempublikasikan puluhan buku dan penelitian yang membahas mengenai isu-isu sosial di antaranya masalah kemiskinan dan pembangunan, serta masalah hak-hak anak.
Dosen Pengajar Prodi Sosiologi ini ternyata juga ikut terlibat dalam berbagai program pemerintah untuk menangani isu sosial terkini di masyarakat dan memiliki rekam jejak membanggakan.
Prof. Bagong bahkan tercatat pernah bekerja sebagai konsultan UNICEF (United Nations Children's Fund) untuk program penanganan anak-anak rawan atau Children in Need of Special Protection.
Selain itu, Prof. Bagong juga pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta Koordinator Bidang Kemasyarakatan Dewan Pakar Provinsi Jawa Timur.
Saat ini, Prof. Baging masih aktif menjadi konsultan berbagai lembaga sosial, seperti Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur dan Wahana Visi.
Tak heran jika pakar sosiologi sekaligus ini kerap diundang pada acara-acara seminar maupun diskusi yang diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia hingga luar negri.
Sosok Prof. Bagong yang menjadi dosen idola dan dikenal ramah serta dekat dengan mahasiswa ini selalu menjadi inspirasi bagi anak didiknya di FISIP Unair.
Namun, Prof. Bagong baru-baru ini mendapat kritik dari beberapa pihak karena diduga membekukan BEM usai beredarnya karangan bunga bernada satir yang mengkritik Prabowo-Gibran.