Tetapi pengadilan HAM Indonesia menolak usai menyelidiki para perwira dan aparat kepolisian yang di duga turut terlibat.
Penolakan tersebut dinilai seperti pelecehan hingga Deplu AS marah dan melarang Wiranto serta temannya untuk masuk ke Amerika Serikat.
Stelah peristiwa itu, karirnya Wiranto terlihat terang kembali usai Gus Dur menjabat sebagai Presiden, dimana ia diberikan tugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan walau akhirnya mengundurkan diri dan dinonaktifkan.
Kemudian ia pernah maju sebagai Calon Presiden bersama Salahuddin wahid, namun juga gagal.
Memasuki tahun 2006, Wiranto mengumumkan secara resmi bahwa ia adalah ketua umum dari Partai Hanura.
Pada pemilu legeslatif 2009, ia maju sebagai cawapres dengan Jusuf Kalla sebagai Capresnya, namun keberuntungan belum berpihak kepadanya.
Selanjutnya di tahun 2013, Wiranto kembali mendeklarasikan sebagai capres dan cawapres bersama Harry Tanoesoedibjo, meski juga belum berhasil lagi.
Pengalaman Wiranto selama 35 tahun di militer dan Harry Taonesoedibjo sebagai pengusaha sukses dinilai bisa memahami permasalahan ekonomi nasional.
Itulah tadi karir militer beserta politik yang sudah dilalui oleh Wiranto yang kini didapuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan di era pemerintahan Prabowo-Gibran.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!