Kepala PGRI Abdul Halim Momo tidak menyangka sebelumnya jika ada perihal demikian yang dianggap sebagai syarat damai.
Pandangan Abdul Halim Momo hal ini merupakan tindakan yang kurang elok untuk menyelesaikan permasalahan Ibu Supriyani yang mengaku kepadanya tidak pernah menganiaya siswanya.
"Ada 2 saksi anak saya tidak mengerti, ternyata anak-anak ini tetangga dari pak polisi," katanya.
Kecurigaan adanya kebohongan laporan dan kasus yang saat ini menimpa guru honorer itu terbaca oleh Ketua PGRI Sultra.
"Saya curiga di sini ada permainan, karena aneh masa hasil visum itu menunjukkan kena benda tajam dan si anak mengaku jatuh di sawah," ungkapnya.
Seolah-olah ada pengalihan kasus di mana seorang guru honorer Ibu Supriyani melakukan kriminalisasi kepada di anak oknum polisi tersebut.
"Ada kesan kriminalisasi ada kesan pemerasan," ujar Ketua PGRI Sultra.
Warganet yang mengetahui viralnya kasus ini pun turut menyoroti sosok Ibu Supriyani.
Banjir dukungan untuk guru tersebut hingga dugaan permainan kasus yang dilakukan oleh oknum polisi orang tua siswa yang jadi korban.
Netizen ikut bersuara melihat ketidakadilan yang nampaknya diterima oleh soerang guru honorer di Konawe Selatan.
Baca Juga: Apa Artinya Baraya yang Sering Diucapkan Guru Gembul? Ternyata Kosakata Bahasa Sunda yang Bermakna..
"Guru sudah lama di kriminalisasi, guru harus dilindungi dari orang ga waras, kawal guru kita, PGRI harus aktif membela guru, baik pns maupun honorer salut buat PGRI Sultra," komentar @kiann***