Terkait bagaimana mengatasi kemiskinan, lanjut dia, Paslon 01 membagi kemiskinan menjadi dua. Kemiskinan mutlak dan kemiskian kultural, yang keduanya cara mengatasinya berbeda. Kemiskinan mutlak dikasih bantuan langsung tunai, sedangkan kemiskinan kultural dikasih pelatihan dan permodalan.
“Sementara Paslon 02 dengan cara memberi bantuan rakyat miskin, cetak lapangan pekerjaan dan meningkatkan UMKM,” katanya.
Terkait dengan mengurangi pengangguran yang saat ini di angka 30 ribu, Paslon 01 menawarkan peningkatan investasi yang mampu menyerap tenaga kerja 60 ribu. Sedangkan paslon 02 menawarkan solusi dengan membat satu dusun satu produk unggulan UMKM.
Persoalan mengatasai penyusutan lahan pertanian, ungkap Sholikin, lagi-lagi Paslon 01 memamerkan program yang telah dilaksanakan dan merasa sudah berbuat banyak. Diantaranya menetapkan rencana tata ruang wilayah, program karya, dan zonasi industri.
“Sementara Paslon 02 akan melakukan intensifikasi dan mempertahankan lahan teknis. Tapi tidak dijelaskan intensifikasi yang akan dilakukan bentuk riilnya seperti apa. Demikian juga dengan mempertahankan lahan teknis itu seperti apa, tidak dijelaskan,” uangkapnya
Menurutnya, hal yang terpenting agar dapat diketahui orisinalitas pemikiran para Paslon, harusnya dalam debat tidak diperbolehkan membawa contekan. Tapi, pesan dia, cukup diperbolehkan alat tulis dan kertas kosong.
“Kalau membawa contekan mereka kurang concern, dan apa yang terucap oleh mereka tidak original. Sehingga pemikiran Paslon yang asli tidak tereksplore dengan baik. Jika hal ini dibiarkan tentu yang dirugikan rakyat, karena belum mendapatkan gambaran yang benar terhadap calon yang akan dipilih,” pungkas Sholikin.
Baca Juga: Jokowi Beri Tepuk Tangan Bangga Saat Prabowo Subianto Dilantik Sebagai Presiden RI
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!