SketsaNusantara.id - Belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh foto seorang ibu yang memberikan bayinya minuman teh.
Kejadian tersebut terjadi di suatu wilayah di Indonesia dan mengundang perhatian warganet serta para ahli kesehatan.
Akun Twitter @kegblgnunfaedh mengunggah foto yang saat seorang ibu meminumkan segelas besar teh kepada bayinya yang masih belum genap berusia 1 tahun.
Baca Juga: Pengertian Kanker Ovarium yang Dialami Bayi Umur 19 Bulan di Malaysia Mengidap Kanker Stadium 3
"Masih umur 1 bulan suka banget minum teh. Sehat-sehat ya sayang," begitulah yang tertulis dalam foto viral yang diunggah pada hari Jumat, 18 Oktober 2024.
Foto tersebut sontak mengundang reaksi dari warganet dan menuai perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet miris melihat foto tersebut dan khawatir akan kondisi bayi.
"Bayi umur 1 bulan dikasih teh, 2 bulan dikasih kopi nanti nih. Miris, semua orang emang harus siap betul dan tahu sebelum jadi orang tua yang baik. Gak heran tren cuci darah pada anak-anak makin tinggi akhir-akhir ini," komentar akun @serbi_bs.
Baca Juga: Bikin Haru, Ternyata Marissa Haque Sudah Punya Cucu Bayi Yang Belum Sempat Bertemu
"Pentingnya belajar jadi orang tua yang melek pengetahuan. Manfaatkan gawaimu untuk mencari pengetahuan seputar parenting. Semoga bayinya tumbuh baik-baik saja dan jadi pelajaran bagi kita semua," komentar akun @hijjratime.
Minuman teh yang diberikan pada bayi memicu diskusi mengenai dampaknya bagi kesehatan anak, terutama yang masih dalam masa pertumbuhan.
Salah satu ahli yang turut menyuarakan pendapatnya adalah dr. Jati Kusuma Wardhani, Sp. A. Dokter spesialis anak itu sudah pernah membahas masalah ini sebelumnya.
Dokter Jati Kusuma Wardhani, Sp. A, pernah viral di media sosial setelah membagikan saran mengenai bahaya memberikan teh kepada anak-anak, termasuk pada bayi.
Melalui akun TikTok miliknya, dr. Jati Kusuma menjelaskan bahwa teh mengandung senyawa yang dapat mengganggu penyerapan zat besi di dalam tubuh anak.
"Mohon tidak memberikan teh kepada anak balita, karena dapat menghambat penyerapan zat besi, akibatnya bisa anemia," tulis dr. Jati Kusuma, Sp.A sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari akun TikTok @dr.jatikusuma.spa yang diunggah pada 10 Oktober 2024.