Kamis, 4 Juni 2026

Heboh Beredar Foto Seorang Ibu Berikan Air Teh pada Bayi, Dokter Spesialis Anak Peringatkan Dampaknya bagi Tumbuh Kembang Anak

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 19 Oktober 2024 | 10:30 WIB
Ilustrasi - bayi minum teh dan dampaknya bagi kesehatan anak. (Freepik/freepik)
Ilustrasi - bayi minum teh dan dampaknya bagi kesehatan anak. (Freepik/freepik)

Baca Juga: Bikin Geger Warga! Detik-Detik Penemuan Bayi Baru Lahir di Kediri, Sempat Dikerubungi Semut, Diduga Dibuang Orang Tuanya

Dalam catatan kecil yang dibagikannya, dr. Jati Kusuma menjelaskan peran zat besi sebagai salah satu nutrisi penting bagi anak-anak.

Zat Besi berperan dalam pembentukan hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

"Fungsi zat besi dapat membantu perkembangan otak berpengaruh pada kecerdasan, kognitif, konsentrasi, dan IQ," tutur dokter Jati Kusuma.

"Zat Besi juga berperan sebagai sumber energi otot untuk keterampilan motorik, meningkatkan imunitas yang berdampak pada kekebalan tubuh dan mencegah stunting," imbuhnya.

Dijelaskan pula bayi yang kekurangan zat besi akan berisiko mengalami anemia, yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak apalagi bayi kondisi badannya masih sangat rentan.

Dalam beberapa jurnal ilmiah disebutkan senyawa dalam teh, seperti tanin, berikatan dengan zat besi dari makanan, sehingga menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.

Hal ini menjadi perhatian khusus pada bayi dan anak-anak yang masih sangat membutuhkan asupan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan otak dan tubuh mereka.

Menurut dr. Jati, sebaiknya anak-anak tidak diberikan minuman teh sebelum mencapai usia 5 tahun.

Pada usia balita lebih dari 5 tahun, sistem pencernaan anak sudah mulai matang dan mereka sudah bisa menerima makanan dan minuman yang lebih bervariasi.

Namun, dr. Jati tetap mengingatkan bahwa teh yang diberikan kepada anak-anak berusia lebih dari 5 tahun juga harus dalam kekentalan yang sangat rendah.

Teh yang terlalu pekat masih dapat mengganggu penyerapan zat besi, meskipun anak sudah berusia lebih dari 5 tahun.

Selain itu, penting untuk memperhatikan jumlah konsumsi teh agar tidak berlebihan. Teh sebaiknya tidak diberikan setiap hari dan tidak digunakan sebagai pengganti air putih, terutama di masa pertumbuhan anak yang sangat memerlukan nutrisi seimbang.***


Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X