Kamis, 4 Juni 2026

Pengertian Kanker Ovarium yang Dialami Bayi Umur 19 Bulan di Malaysia Mengidap Kanker Stadium 3

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 12:30 WIB
Ilustrasi, bayi di Malaysia kena kanker ovarium stadium 3. (Freepik.com/jcomp)
Ilustrasi, bayi di Malaysia kena kanker ovarium stadium 3. (Freepik.com/jcomp)

 

SketsaNusantara.id – Belakangan ini, nama Daneen Auni Riksi yakni sesosok bayi yang tengah menjadi perbincangan publik.

Diketahui, Daneen Auni Riksi didiagnosa oleh dokter bahwa ia mengalami kanker ovarium stadium 3.

Awal mulanya, bayi tersebut mengalami gejala perut kembung dan sembelit dan juga sering menangis menahan rasa sakit.

Baca Juga: Bikin Haru, Ternyata Marissa Haque Sudah Punya Cucu Bayi Yang Belum Sempat Bertemu

Pada akhirnya, dilakukan pemeriksaan untuknya dan kemudian Daneen didiagnosis kanker ovarium stadium 3 serta harus menjalani kemoterapi. Diketahui, dokter telah menemukan tumor dengan ukuran sebesar 13,5 sentimeter.

Lantas, apa pengertian dari kanker ovarium? Berikut ini pengertiannya yang telah dirangkum oleh SketsaNusantara.id dari berbagai sumber.

Tumor ovarium pada anak biasanya terbentuk di jaringan ovarium dan diketahui sebagian besar tumor ovarium pada anak bukanlah kanker. Kanker ovarium pada anak jarang sekali terjadi. Biasanya dialami pada saat remaja ketika umur 15-19 tahun.

Baca Juga: Kaesang Terciduk Belanja Perlengkapan Bayi di Pasar Usai Erina Dihujat Beli Stroller Rp20 Jutaan, Netizen: Ah Drama, Pencitraan

Kanker ovarium merupakan kondisi medis yang terjadi tumbuhnya sel tak normal dan ganas pada ovarium. Ovarium merupakan organ reproduksi pada wanita yang mempunyai fungsi memproduksi sel telur, hormon estrogen, serta hormon progesteron.

Gejala dari kanker ovarium ini adalah perut membesar, nyeri perut, perut kembung, berat badan menurun tanpa alasan jelas, mual, hingga meningkatnya frekuensi buang air kecil.

Pengobatan dari kanker ovarium biasanya dilakukan dengan tindakan operasi, perawatan kemoterapi, perawatan radioterapi.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

 

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X