Eep menjelaskan bahwa ada 3 prasyarat bagi demokrasi Indonesia yang sangat penting.
Baca Juga: Apa Arti 'Kotak Kosong' dalam Pilkada 2024? Fenomena Anomali Demokrasi di Indonesia
Pertama adalah partisipasi seluas-luasnya. Menurut Eep, tanpa partisipasi yang luas, demokrasi cuma omong kosong.
Kedua adalah kompetisi yang seadil-adilnya. Eep menyebut bahwa Pemilu 2024 dipenuhi oleh kecemasan.
Pasalnya, kompetisi yang seadil-adilnya tidaklah ditegakkan karena ada peran kepala negara yang kebablasan.
Baca Juga: Positif Batal Ikut Pilkada 2024, Anies Baswedan Tetap Ajak Masyarakat Ciptakan Demokrasi yang Sehat
Prasyarat ketiga adalah kebebasan. Hal ini sangat penting bagi kehidupan demokrasi.
"Apalah artinya demokrasi jika tidak ada kebebasan, tanpa kebebasan tidak ada demokrasi. Siapakah yang harus merebut kebebasan? Setiap orang, setiap kita," lanjut Eep.
Tiga prasyarat demokrasi itulah yang dituntaskan di bawah kepemimpinan BJ Habibie.
Oleh karena itu, Habibie dinilai sukses mentransisikan Indonesia dari kediktatoran menuju demokrasi.
Habibie dianggap sebagai pemimpin yang memiliki keberanian transisional, dengan berani mengambil sikap secara cepat saat banyak orang masih banyak yang berdebat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!