SketsaNusantara.id - Pakar Politik Eep Saefulloh Fatah menyebut BJ Habibie sebagai sosok presiden yang berhasil meletakkan dasar demokrasi di Indonesia.
Founder & CEO PolMark Indonesia (Political Marketing Consulting) ini mengungkapkan alasannya di kanal Youtube Keep Talking.
Pria berusia 56 tahun ini mulanya membandingkan para presiden Indonesia sejak Era Reformasi dari kiprah dan pencapaian mereka.
Habibie adalah salah seorang yang identik dengan manusia jenius Indonesia. Selama puluhan tahun, bahkan sampai hari ini, nama presiden Indonesia ke-3 ini kerap dikaitkan dengan cita-cita menjadi orang yang sukses secara akademis khususnya di bidang teknologi.
Namun, di luar kejeniusannya, Habibie dinilai sebagai sosok yang meletakkan dasar demokrasi di Indonesia.
"Habibie adalah peletak dasar demokrasi Indonesia selepas Orde Baru," kata Eep, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Keep Talking yang diunggah 5 Oktober 2024.
Di masa awal kepemimpinan sebagai presiden, selepas Soeharto dilengserkan, Habibie dituntut harus menjawab kebutuhan dan tantangan Reformasi.
Ia bertanggung jawab mengantarkan Indonesia dari masa kediktatoran menuju kehidupan demokrasi.
Pemilu pertama di Era Reformasi tahun 1999 sangatlah penting. Pasalnya, ini adalah momen bagi masyarakat Indonesia menemukan kebebasan, partisipasi, dan kompetisi yang disediakan secara lapang.
Baca Juga: Dulu Disebut 'New Hope', Kini Jokowi Dianggap Gagal dalam Praktik Demokrasi
Di masa itu, semangat akan perubahan sangatlah tinggi.
Menurut Eep, hal lain yang perlu diingat dari Habibie di masa itu adalah perannya dalam menyiapkan prasyarat bagi demokrasi Indonesia yang hendak dibentuk.
Artikel Terkait
Usung Konsep Melawan dengan Gembira dan Berjuang Lewat Seni Kolektif, Ini Tuntutan Aliansi Kamar Kanan Jember Sikapi Kemunduran Demokrasi di Indonesia
Aksi Kawal Putusan MK, Koalisi Indonesia Menggugat (KIM) Plus Desak DPRD Jember Jaga Keadilan Demokrasi di Tengah Dinamika Politik
Deddy Corbuzier Tak Nampak Suaranya Ketika Indonesia Darurat Demokrasi, Netizen: Anda Kemana?
Awasi Ketat Hari Pertama Pendaftaran Pilkada, Bawaslu Pacitan Berupaya Menjaga Integritas Proses Demokrasi
Usai Daftar di KPU, Hendy Siswanto Sebut Demokrasi Jember Ada Lagi karena Tak Jadi Lawan Kotak Kosong