Minggu, 19 Juli 2026

Alasan Habibie Disebut Peletak Dasar Demokrasi di Indonesia, Eep Saefulloh Fatah: Ada 3 Prasyarat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 7 Oktober 2024 | 06:00 WIB
BJ Habibie dinilai sebagai peletak dasar demokrasi di Indonesia. (Instagram.com/b.jhabibie)
BJ Habibie dinilai sebagai peletak dasar demokrasi di Indonesia. (Instagram.com/b.jhabibie)

SketsaNusantara.id - Pakar Politik Eep Saefulloh Fatah menyebut BJ Habibie sebagai sosok presiden yang berhasil meletakkan dasar demokrasi di Indonesia.

Founder & CEO PolMark Indonesia (Political Marketing Consulting) ini mengungkapkan alasannya di kanal Youtube Keep Talking.

Pria berusia 56 tahun ini mulanya membandingkan para presiden Indonesia sejak Era Reformasi dari kiprah dan pencapaian mereka.

Baca Juga: Ucapan Jokowi di HUT TNI ke-79 Jadi Sorotan, Presiden Dinilai Tidak Paham Fungsi Militer dalam Demokrasi

Habibie adalah salah seorang yang identik dengan manusia jenius Indonesia. Selama puluhan tahun, bahkan sampai hari ini, nama presiden Indonesia ke-3 ini kerap dikaitkan dengan cita-cita menjadi orang yang sukses secara akademis khususnya di bidang teknologi.

Namun, di luar kejeniusannya, Habibie dinilai sebagai sosok yang meletakkan dasar demokrasi di Indonesia.

"Habibie adalah peletak dasar demokrasi Indonesia selepas Orde Baru," kata Eep, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Keep Talking yang diunggah 5 Oktober 2024.

Baca Juga: Belajar Demokrasi Bareng KPU Jember, SketsaNusantara.id Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Bagi Seniman dan Generasi Muda di Kalisat

Di masa awal kepemimpinan sebagai presiden, selepas Soeharto dilengserkan, Habibie dituntut harus menjawab kebutuhan dan tantangan Reformasi.

Ia bertanggung jawab mengantarkan Indonesia dari masa kediktatoran menuju kehidupan demokrasi.

Pemilu pertama di Era Reformasi tahun 1999 sangatlah penting. Pasalnya, ini adalah momen bagi masyarakat Indonesia menemukan kebebasan, partisipasi, dan kompetisi yang disediakan secara lapang.

Baca Juga: Dulu Disebut 'New Hope', Kini Jokowi Dianggap Gagal dalam Praktik Demokrasi

Di masa itu, semangat akan perubahan sangatlah tinggi.

Menurut Eep, hal lain yang perlu diingat dari Habibie di masa itu adalah perannya dalam menyiapkan prasyarat bagi demokrasi Indonesia yang hendak dibentuk.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Keep Talking

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X