Kamis, 4 Juni 2026

Dulu Disebut 'New Hope', Kini Jokowi Dianggap Gagal dalam Praktik Demokrasi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 September 2024 | 06:30 WIB
Jokowi dulu dipuji sebagai New Hope, kini dipertanyakan media asing. (Kolase X/@kntfarrel dan SCMP)
Jokowi dulu dipuji sebagai New Hope, kini dipertanyakan media asing. (Kolase X/@kntfarrel dan SCMP)

SketsaNusantara.id - Menjelang akhir jabatannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan berbagai media asing karena dinilai gagal dalam praktik demokrasi.

Di awal kemunculan pada tahun 2014, Jokowi sempat dipuji-puji oleh media asing. Bahkan, ia menjadi sampul Majalah Time dengan judul 'New Hope' alias 'Harapan Baru'.

Sampul dan judul majalah tersebut mencerminkan keyakinan luas bahwa ia akan membasmi korupsi dan mengekang dominasi elit sebagai presiden Indonesia.

Baca Juga: Menkominfo Budi Arie Setiadi Bantah Kepemilikan Akun Fufufafa adalah Gibran Rakabuming Raka, Begini Tanggapan Roy Suryo

Kini, situasi seolah berubah drastis bahkan media asing menyoroti perubahan wajah dan praktik demokrasi di era Jokowi.

Media South China Morning Post (SCMP) bahkan beberapa waktu lalu menulis artikel berjudul 'From ‘New Hope’ to ‘Mulyono’: how power grabs threaten Widodo’s legacy in Indonesia.

Dalam artikel yang tayang pada 8 September 2024 itu, Ian Wilson, seorang Sosiolog Politik dari Universitas Murdoch Perth, Australia menyatakan banyak orang Indonesia mempermalukan Jokowi dengan sebutan 'Mulyono'.

Baca Juga: Beneran Punya Gibran? Akun Kaskus Fufufafa Diduga Hapus Sejumlah Postingan, Rocky Gerung: Kenapa Mesti Dihapus, Bukankah...

Menurut Rocky Gerung, pakar Filsafat dan pengamat politik, faktor internasional adalah variabel yang bahkan sangat kuat dalam menghitung masa depan Indonesia.

Ditambah lagi dengan kehadiran Gibran, anak Jokowi, yang menjadi wakil presiden mendampingi Prabowo yang akan dilantik Oktober nanti.

"Jadi, kata gagal itu, kata berantakan itu, demokrasi yang dirusak oleh Jokowi itu jadi faktor untuk menghitung apakah dunia internasional percaya pada Prabowo ketika di era Prabowo nanti masih ada sisa-sisa pengaruh Jokowi, yaitu Gibran," kata Rocky Gerung, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Rocky Gerung Official, Rabu 11 September 2024.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Jawab Tak Tahu Menahu Soal Akun Kaskus Fufufafa, Begini Jawaban Menkominfo Budi Ari Setiadi

Adanya sisa-sisa pengaruh Jokowi yang secara gamblang terwujudkan dalam kehadiran Gibran dinilai Rocky sebagai hal yang akan jadi sorotan asing.

"Sisa-sisa pengaruh artinya, apapun, secara faktual Gibran itu dipilih sebagai wakil presiden oleh Prabowo. Entah itu disodorkan atau dipaksain oleh Pak Jokowi, tetapi faktanya dia sudah ada di dalam keresmian politik," lanjut Rocky.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Rocky Gerung Official

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X