Selain menjadi seorang pendidik, ia juga pernah duduk di kursi pemerintahan.
Pada tahun 1969, ia diangkat menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta di mana sebelumnya ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Radio, Televisi dan Film di Departemen Penerangan tahun 1966 hingga 1969.
Sebagai penulis, Umar Kayam banyak menelurkan karya-karya mulai dari cerpen, novel, esai, kolom hingga karya ilmiah.
Beberapa karya sastranya yang terkenal antara lain Sri Sumarah dan Bawuk (novelet, 1975) dan Seribu Kunang-Kunang di Manhatta (1972).***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!