SketsaNusantara.id - Film G30S PKI menjadi salah satu tayangan wajib pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Film yang mengisahkan peristiwa Gerakan 30 September 1965 ini diperankan oleh sejumlah seniman hingga anggota TNI yang bermain sebagai sosok-sosok penting seperti Presiden Soekarno, Panglima Kostrad Soeharto hingga Pemimpin PKI DN Aidit.
Peran presiden Soekarno jatuh kepada Umar Kayam, sastaran dan budayawan serba bisa.
Walau memiliki pandangan politik yang berbeda dengan Bung Karno, namun karena permintaan sahabatnya sekaligus sutradara film G30S PKI, Umar Kayam akhirnya bersedia memerankan sosok Presiden Soekarno.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Badan Bahasa Kemdikbud, Umar Kayam dikenal sebagai sastrawan, budayawan, sosiolog, kolumnis, penulis skenario, aktor hingga mantan pejabat.
Umar Kayam lahir di Ngawi pada 30 April 1932 yang memiliki gelar priyayi, Raden Mas.
Sang ayah memberinya nama Umar Kayam karena terinspirasi dari sosok sufi, filsuf dan pujangga kenamaan asal Persia, Omar Khayam.
Walau lahir di Ngawi, namun Umar Kayam menghabiskan masa kecilnya di Solo, tempat kedua orang tuanya tinggal.
Setelah lulus SMA, Umar Kayam melanjutkan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada jurusan Paedagogi.
Tak berhenti di situ, pria yang memiliki nama kecil Uka ini meneruskan pendidikan magister dan doktoralnya di Amerika Serikat.
Sepulangnya dari Amerika Serikat, ia kemudian mengabdi di almamaternya hinnga dianggat menjadi Guru Besar Fakultas Sastra UGM.