SketsaNusantara.id – Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024 akan segera memasuki fase penting dengan dimulainya tahapan kampanye pada 25 September 2024 mendatang.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim memastikan bahwa hari pertama kampanye akan diawali dengan deklarasi kampanye damai yang diikuti oleh seluruh pasangan calon (paslon) beserta tim kampanye mereka.
Komisioner KPU Jatim, Nur Salam, mengonfirmasi bahwa sebelum tahapan kampanye dimulai, sejumlah tahapan penting lainnya telah dijadwalkan, termasuk penetapan calon pada 22 September 2024 dan pengundian nomor urut sehari setelahnya.
“Deklarasi kampanye damai menjadi momentum awal untuk memastikan bahwa seluruh paslon siap bersaing secara sehat dan tertib,” jelas Salam, dilansir SketsaNusantara.id dari laman Kominfo.jatimprov.go.id
Tiga pasangan calon yang akan berlaga di Pilgub Jatim 2024 adalah Khofifah-Emil, Risma-Gus Hans, dan Luluk-Lukman. Deklarasi kampanye damai ini, yang direncanakan berlangsung di Surabaya, merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kondusivitas selama masa kampanye.
Menurut Salam, deklarasi ini akan diikuti oleh seluruh paslon dan tim kampanye untuk menyatakan tekad mereka dalam menciptakan suasana kampanye yang aman dan damai.
Baca Juga: KPU Kabupaten Nganjuk Buka Pengumuman Pendaftaran KPPS
Selain untuk Pilgub, KPU Jatim juga mengoordinasikan deklarasi serupa di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang juga menggelar Pilkada serentak.
“Deklarasi kampanye damai ini tidak hanya di tingkat provinsi, tapi juga akan berlangsung serentak di setiap daerah yang ikut Pilkada,” tambahnya.
Bawaslu Jawa Timur juga mengawasi dengan cermat masa kampanye ini. Anwar Noris, Komisioner Bawaslu Jatim, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk pasangan calon, agar kampanye berlangsung damai dan sesuai aturan.
Baca Juga: Pilkada 2024, KPU Kabupaten Jombang Butuh 13.594 Anggota KPPS
“Kami mendorong stabilitas dan kedamaian agar tahapan ini bisa berjalan dengan lancar,” ujar Noris.
Deklarasi ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk menghindari potensi konflik selama kampanye Pilgub Jatim 2024.***