SketsaNusantara.id - Siapa yang tak kenal dengan Tupperware? Brand wadah makanan dan peralatan rumah tangga berbahan plastik ini namanya sudah tak asing lagi di masyarakat.
Sebagai produsen wadah penyimpanan makanan dengan desain unik dan berwarna-warni yang menarik perhatian Tupperware telah menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga bagi banyak orang selama beberapa dekade.
Namun, perusahaan yang pernah begitu populer kini terancam bangkrut dan tengah berjuang untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.
Dilansir dari Reuters, Tupperware telah mengajukan perlindungan kebangkrutan sejak hari Jumat, 13 September 2024, karena penjualan merosot dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, pihak manajemen Tupperware menyatakan bahwa perusahaan sedang berusaha menghemat uang untuk mendanai biaya operasinya.
Mirisnya, perusahaan sedang mempertimbangkan PHK karyawan dan menjual beberapa portfolio real estate miliknya agar bisa bertahan. Meski ada tambahan dana pun hanya bisa bertahan beberapa hari saja.
Kabar kebangkrutan Tupperware ini cukup membuat para penggemarnya patah hati, apalagi ada banyak ibu-ibu rumah tangga ikut merasakan manfaat saat menjalankan bisnis penjualan produk ini.
Menilik dari situs resmi perusahaan, Tupperware pertama kali didirikan oleh ahli kimia bernama Earl Tupper asal Amerika Serikat sejak tahun 1940-an.
Saat itu Earl mengembangkan wadah penyimpanan berbahan plastik dengan segel kedap udara yang bisa membantu menyimpan makanan dengan baik hingga akhirnya dikenal hingga sekarang.
Awalnya produk Tupperware tak laku hingga akhirnya dilakukan sistem pemasaran melalui pesta rumahan yang diadakan pada tahun 1948 di rumah Brownie Wise.