Baca Juga: Profil Maudy Koesnaedi yang Mundur Jadi Timses Pasangan Pramono-Rano di Pilkada Jakarta 2024
Ketua PMI itu menjelaskan bahwa anak-anak sekolah sekarang tak ada semangat belajar karena yakin mereka akan naik kelas karena kebijakan kurikulum merdeka yang meluluskan semua siswanya.
Menurut JK, pelajar dan mahasiswa lebih baik stres saat belajar menghadapi ujian swbagai persiapan menghadapi kehidupan setelah lulus saat tes dalam mendapat pekerjaan.
"Inti dari kurikulum pendidikan di negara-negara maju seperti Jepang, China, India, itu ada ujian nasional," ucap JK.
"Kalau di sini kurikulum merdeka, tidak ada ujiannya, terus kapan belajarnya? Tidak merdeka saja tidak belajar, apalagi merdeka?" tandasnya.
"Makanya sistem pendidikan sekarang memang luar biasa agak lain. Pakai kurikulum merdeka, mereka tamat asal tamat, tetapi tidak bisa bekerja," imbuh JK.
4. Sistem Pendidikan Dinilai Kacau Balau
Sebelumnya dalam forum lain, JK juga menyoroti sistem pendidikan di Indonesia yang makin kacau.
Menurutnya, anak-anak makin tak ada semangat belajar karena kurikulum merdeka padahal pelajar Indonesia tak kalah pintar dengan anak-anak luar negeri.
"Sistem pendidikannya kacau balau. Indonesia ini agak lain, (kurikulum) kita tidak merdeka saja, anak-anak malas belajar, apalagi merdeka, malah makin tidak belajar," kata JK pada hari Rabu, 4 September 2024.
"Penyakitnya ini karena kurikulum merdeka yang menerapkan sistem lulus semua. Anak-anak lantas berpikirnya buat apa belajar karena lulus semua," imbuhnya.
Lebih lanjut, JK menyebut kunci untuk mengejar ketertinggalan Indonesia adalah meningkatkan kedisplinan dan belajar kerja keras agar bisa bersaing dengan dunia luar.