SketsaNusantara.id - Yasmin Nur mendadak ramai diperbincangkan oleh warganet di media sosial, usai dirinya berseteru dengan netizen di X yang diduga sempat menyinggungnya.
Lantas atas ucapan dari netizen tersebut, Yasmin Nur malah memamerkan jabatannya sebagai asisten staf khusus Presiden Joko Widodo.
Dengan jabatan yang dianggap tinggi tersebut, Yasmin Nur merasa geram dengan tuduhan dari netizen di media sosial X tersebut.
Alhasil, Yasmin Nur memposting bahwa dirinya akan memenjarakan orang yang berselisih paham di medsos tersebut.
Sebab, Yasmin Nur mengaku juga memiliki jejaring ke kapolri sehingga dengan mudah bisa memenjarakan seseorang.
Apalagi, Yasmin Nur juga sempat mengungkapkan tentang gaji yang dia dapatkan saat menjadinasisten staf khusus Presiden Jokowi.
Baca Juga: Viral! Pj Bupati Brebes Diduga Terkena Cacar Monyet: Waspadai Gejala dan Faktor Penularannya
Arogansi yang ditunjukannya makin menjadi, sehingga netizen terus menyerang Yasmin Nur dengan fakta-fakta yang mencengangkan.
Yasmin Nur juga sempat menyebutkan bahwa memiliki seorang mentor dan itu ibunya, yang diduga sosok penting di internal Polri.
“Ibuku mentorku idolaku, satu-satunya perempuan berpengaruh di lingkaran Polri yang kemudian menjadi Penasihat Ahli Kapolri,” tulis akun @yasminsakti, yang diunggah oleh akun @PakarINTELek, dikutip SketsaNusantara.id.
Namun, pernyataan bahwa Yasmin Nur ini memiliki ibu yang menduduki jabatan penting di internal Polri, netizen X pun menemukan fakta bahwa sosok perempuan tersebut adalah Rustika Herlambang, dimana ia bukanlah ibu kandungnya.
Artikel Terkait
Siapa Yasmin Nur? Profil Mbak-Mbak Viral di X yang Ngaku jadi Asisten Stafsus Presiden Jokowi
Kronologi Yasmin Nur Jadi Viral di X Hingga Tuai Banyak Nyinyiran Warganet, Sebut Dirinya Asisten Stafsus Presiden Jokowi
Yasmin Nur Akhirnya Minta Maaf Usai Bikin Gaduh di X hingga Catut Institusi Sekretariat Kabinet, Bukan Asisten Stafsus Presiden Jokowi?
6 Fakta Yasmin Nur, Mbak-Mbak Ngaku Stafsus yang Viral di X: Pendidikan hingga Kontroversi Dikulik Netizen