Praktik Politik Dinasti diketahui telah berlangsung sejak era pemilihan tidak langsung DPRD.
Mekanismenya dibangun dengan memanfaatkan para elit poliik lokal yang memanfaatkan sistem demokrasi yang terdesentralisasi.
Akibatnya, muncul ambisi dari para pejabat pemerintah terutama keluarga petahana untuk mempertahankan atau memperluas kekuasaan.
Dengan perluasan tersebut akan menjadi tetakel kekuasaan yang memungkinkan anggota keluarga bisa maju di ajang pemilihan berikutnya.
Faktanya, Politik Dinasti menjadi praktik perluasan kekuasaan segelintir orang yang terikat dalam hubungan keluarga, bisa dari istri, suami, anak, menantu, atau kerabat lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!