news

RS Medistra Dianggap Rasis Usai Adanya Larangan Berhijab bagi Nakes Muslim, Ketua MUI: RS seperti Ini Tak Usah Buka di Indonesia

Senin, 2 September 2024 | 10:11 WIB
Potret Rumah Sakit Medistra yang jadi sorotan publik usai adanya dugaan pelarangan memakai hijab bagi nakes yang bekerja di sana (medistra.com)

SketsaNusantara.id - Belum lama polemik soal larangan mengenakan hijab bagi Paskibraka saat bertugas di Upacara HUT ke-79 RI di IKN, kini muncul kejadian serupa yang terjadi di Rumah Sakit (RS) Medistra.

Seperti yang diunggah akun Twitter @LoneLynx_ , disebutkan bahwa RS Medistra dianggap rasis karena adanya dugaan larangan berhijab bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di sana.

Akun tersebut menunjukkan bukti melalui surat yang ditulis dr. Diani Kartini yang memprotes adanya kebijakan bersedia melepas hijab jika bekerja di RS Medistra yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Dr Diani Kartini Praktek di Mana? Bukan cuma RS Medistra, Berikut Daftar Rumah Sakit tempat dokter Viral Ini Bekerja

"Kepada Para Direksi yang terhormat, saya ingin menanyakan terkait cara berpakaian di RS Medistra. Beberapa waktu lalu, kerabat saya kebetulan mengenakan hijab dan mendaftar sebagai dokter umum. Namun, pada sesi wawancara terdapat pernyataan RS Medistra sebagai RS Internasional sehingga timbul pertanyaan apakah bersedia melepas hijab," tulis dr. Diani Kartini sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Twitter @LoneLynx_ pada hari Senin, 2 September 2024.

"Saya sangat menyayangkan, masih ada pertanyaan RASIS seperti ini di zaman sekarang. Bahkan RS di Jakarta Selatan yang lebih ramai memperbolehkan nakes baik itu dokter, perawat maupun dokter spesialis mengenakan hijab," imbuhnya.

Baca Juga: Meresahkan, Viral Aksi Geng Pekerja Indonesia Berkeliaran Bawa Sajam dan Ganggu Masyarakat di Osaka Jepang, Begini Respons KBRI

"Jika RS Medistra memang didirikan untuk golongan tertentu sebaiknya disebutkan saja, namun sangat disayangkan masih timbul pertanyaan yang menurut saya rasis. Apakah ada STANDAR GANDA cara berpakaian untuk Nakes di RS Medistra? Terima kasih atas perhatiannya," pungkas dr. Diani Kartini.

Surat dr. Diani Kartini kemudian beredar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.

Kabarnya dokter spesialis bedah onkologi tersebut mengundurkan diri setelah menyampaikan protes karena adanya larangan berhijab bagi nakes di RS Medistra.

Baca Juga: Profil dr Diani Kartini, Dokter Viral yang Protes Dugaan Larangan Hijab di RS Medistra, Suka Kucing dan Naik Gunung

Tak sedikit warganet yang merasa kesal terhadap peraturan rumah sakit tersebut dan seketika menjadi buah bibir netizen hingga RS Medistra mendadak trending di media sosial Twitter.

"Zaman sekarang bahkan dokter saja susah cari kerja, hanya gara-gara dilarang berhijab. Setelah 79 tahun merdeka, ternyata masih saja ada lembaga yang rasis bahkan bisa dibilang Islamofobia. Setelah BPIP, kali ini larangan berhijab terjadi di RS Medistra, miris," komentar akun @FurqanIbrahim4677.

Tak hanya ramai jadi cibiran netizen, larangan berhijab di RS Medistra pun menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta.

Halaman:

Tags

Terkini