news

Trauma Berat dan Tak Mau Dikhianati, Inilah Alasan PDIP Tak Segera Umumkan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta

Senin, 26 Agustus 2024 | 19:45 WIB
Ini alasan Megawati tak segera umumkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (Instagram/@pdiperjuangan)

 

SketsaNusantara.id - Ramai diperbincangkan bahwa Anies Baswedan dan Rano Karno akan maju pada Pilgub Jakarta dari PDIP.

Namun mengejutkan ketika tiba pengumumannya pada hari ini, Senin 26 Agustus 2024 pihak PDIP rupanya hanya mengumumkan 6 calon gubernur dan wakilnya dari 6 provinsi, namun minus DKI Jakarta.

Hal itu tentu saja menjadi pertanyaan publik mengenai alasan PDIP menunda lagi mengumumkan calonnya yang akan bertarung pada Pilkada 2024 di DKI Jakarta.

Baca Juga: Diusung PDIP, Airin Rachmi Diany Langsung Kena ‘Ospek’ Megawati saat Diusung Jadi Cagub Banten, Gara-Gara Apa?

Dilansir SketsaNusantara.id dari platform X @JohnSitorus_18, ia mengungkapkan alasan mengapa calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta belum juga diumumkan.

Sementara sebelumnya sudah ramai diperbincangkan bahwa Anies Baswedan dan Rano Karno dipilih PDIP untuk maju Pilkada 2024 di dki Jakarta dri PDIP. 

"Jadi, paham kan kenapa Anies belum diumumkan hari ini? Ini salah satu pertimbangannya.

Baca Juga: Profil Biodata Airin Rachmi Diany, Cagub di Pilkada Banten 2024 yang Resmi Diusung PDIP Duet dengan Ade Sumardi

Ada TRAUMA berat, bu Mega tak mau DIKHIANATI lagi. Jika kader seperti Jokowi, Gibran dan Bobby bisa BERKHIANAT, apalagi kalo bukan kader?

Pastikan kita mengusung yang BERKOMITMEN, bukan yang mau didorong kesana kesini setiap saat," tulis John Sitorus.

Rupanya menurut John Sitorus, Megawati tak juga umumkan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada hari ini karena ada trauma berat dan ketakutan dikhianati oleh orang-orang yang dipercayainya.

Baca Juga: Kenapa PDIP Belum Umumkan Anies Baswedan sebagai Cagub Jakarta? Ucapan Megawati Jadi Sorotan, Diduga Sindir Abah

Hal itu menurut John Sitorus berkaca pada kasus Jokowi, Gibran dan Bobby yang merupakan kader PDIP namun kemudian memilih berkhianat dan kemudian berseberangan dengan PDIP.

"Airin bukan kader bahkan kader partai lain jg bisa diumumkan. Ini soal mahar aja. As simple as that," ukar @ramboetz.

Halaman:

Tags

Terkini