SketsaNusantara.id - Ketua Umum Partai Nasional Demokrasi (Nasdem), Surya Paloh memberikan sambutan di hadapan kadernya dalam kongres yang diselenggarakan hari Minggu, 25 Agustus 2024.
Pada Kongres III Nasdem yang dihadiri Presiden Jokowi, Surya Paloh juga ikut menyinggung soal adanya perubahan atau revisi Undang Undang (UU) yang menjadi polemik menjelang Pilkada 2024.
Melalui pidatonya, Surya Paloh menyerukan agar kader-kader Nasdem konsisten dalam perkataan dan perbuatan untuk menjadi suri tauladan bagi masyarakat.
Hal tersebut juga ditekankannya untuk bisa mengatasi berbagai permasalahan di tanah air.
"Apa yang dibutuhkan rakyat hari ini adalah suri tauladan, itu yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan, konsistensi kita atas ucapan dan perbuatan," ucap Surya Paloh sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Nasdem TV.
"Tidak mungkin kita mengatasi permasalahan dengan membuat tambahan Undang Undang. Apalagi Undang Undang yang sudah ada kita buat lagi Undang Undang baru," tandasnya.
Baca Juga: Belum Lunas! Ilustrator Box Markobar Milik Gibran Tagih Jasa Desain, Sejak 3 Tahun...
Pernyataan Surya Paloh tersebut tampaknya menyindir DPR yang belakangan ini mencoba berencana menganulir Putusan MK.
Alih-alih mengikuti Putusan MK yang mengikat dan final, DPR malah berencana untuk merevisi UU Pilkada dalam waktu singkat.
DPR memilih untuk mengadaptasi Putusan Mahkamah Agung (MA) dibandingkan mengikuti Putusan MK dan hal tersebut dinilai telah memberikan lampu hijau untuk politik dinasti Jokowi.
Revisi UU Pilkada yang akan disahkan oleh DPR kemudian memicu protes keras dari warga hingga digaungkan Peringatan Darurat dan muncul aksi Demonstrasi Darurat Indonesia pada hari Kamis, 22 Agustus 2024 lalu.
Dalam pidato di Kongres III Nasdem, Surya Paloh juga menyebut soal siasat untuk merubah UU yang malah menjadikan permasalahan terjebak dan bukan menjadi solusi tepat.