SketsaNusantara.id - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) menjadi saksi dari sebuah gerakan yang muncul dari dalam nurani akademisi dan mahasiswa.
Di halaman fakultas, Dekan Djoko Purnomo, didampingi oleh dosen, tenaga kependidikan, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), bersama mahasiswa baru, menggelar aksi simbolik kibarkan bendera setengah tiang dengan satu tujuan menyelamatkan konstitusi dan demokrasi Indonesia dari ancaman yang kian nyata.
Aksi ini bukanlah sebuah agenda yang dikendalikan oleh otoritas universitas. Sebaliknya, aksi tersebut muncul dari keprihatinan mendalam terhadap perkembangan politik di Indonesia yang semakin menjauh dari nilai-nilai demokrasi.
Baca Juga: GMNI Jember Turun Aksi Kawal Putusan MK, Lawan Hegemoni Kekuasaan demi Demokrasi yang Sejati
Dalam keterangan persnya, Djoko Purnomo menegaskan bahwa aksi tersebut adalah seruan dari hati nurani para akademisi yang menolak keras sikap DPR yang dianggap membangkang terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam konteks peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Djoko menekankan betapa ironisnya bahwa bangsa ini kembali dihadapkan pada praktik politik kotor dan persekongkolan yang mengkhianati konstitusi.
Wakil rakyat yang seharusnya menjadi teladan kenegarawanan, justru berperan dalam permainan politik yang berpotensi menghancurkan demokrasi.
Putusan MK yang seharusnya menjadi tameng untuk melindungi hak konstitusional rakyat dan menjaga jalan demokrasi, kini diabaikan.
Djoko mengingatkan bahwa putusan MK bersifat final dan mengikat bagi semua pihak, termasuk lembaga-lembaga negara. Namun, krisis konstitusi dan demokrasi ini justru menunjukkan lemahnya penghormatan terhadap putusan tersebut.
Dalam aksi tersebut, FISIP Unej mengeluarkan tujuh tuntutan yang menolak keras segala bentuk manipulasi konstitusi yang melemahkan prosedur demokrasi. Mereka menegaskan bahwa legalisme otokratik tidak boleh digunakan sebagai alat untuk merendahkan nilai-nilai demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Salah satu aksi simbolik yang paling mencolok adalah penurunan bendera merah putih setengah tiang di tengah fakultas.
Aksi ini dilakukan oleh perwakilan mahasiswa FISIP Unej, disaksikan oleh dekan dan seluruh civitas akademika.