Meskipun pernah menjadi bagian dari Partai Golkar, Sultan HB X kini lebih memilih fokus pada tugasnya sebagai Gubernur DIY.
Ia enggan berkomentar lebih jauh tentang dinamika internal Partai Golkar, termasuk pergantian ketua umum dari Airlangga Hartarto ke Bahlil Lahadalia.
Kontroversi ini semakin memanas ketika Bahlil akhirnya merespons bahwa pernyataannya soal Raja Jawa tidak perlu dianggap serius karena hanya merupakan lelucon.
Namun, lelucon ini justru memicu berbagai interpretasi dan menimbulkan reaksi beragam di tengah masyarakat.
Terutama mengingat pentingnya posisi Sri Sultan HB X dalam konteks sejarah dan budaya Jawa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI