Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu, Yuni Astuti, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan bukan untuk mendiskualifikasi calon yang memiliki penyakit, melainkan untuk memastikan mereka memiliki kapasitas yang memadai untuk menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
Pemeriksaan ini diperkirakan akan berlangsung selama 10 jam, mencakup berbagai aspek kesehatan.
Yogi Eka Chalid, anggota Bawaslu Kota Batu, menambahkan bahwa mitigasi terhadap potensi kerawanan dalam tahapan pencalonan sangat diperlukan. Hal ini mencakup verifikasi dokumen, dukungan partai politik, hingga keabsahan visi-misi yang diusung para calon.
Dengan langkah-langkah persiapan yang matang ini, KPU Kota Batu menunjukkan keseriusannya dalam menyelenggarakan Pilkada yang bersih, transparan, dan berkualitas.
Sosialisasi ini tidak hanya membangun kesiapan teknis, tetapi juga memperkuat sinergi antara semua pihak yang terlibat, demi masa depan Kota Batu yang lebih baik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!