news

Sosok Ini Blak-blakan Sebut Bobby Nasution dan Airlangga Hartarto Disorot karena Dugaan Penyelundupan Ekspor Biji Nikel, Siapa Bekingan Informasinya?

Senin, 12 Agustus 2024 | 21:07 WIB
Ilustrasi ekspor biji nikel (Pixabay/ Pexels)

Baca Juga: Isu Gibran Jadi Pengganti Airlangga Hartarto di Kursi Ketum Partai Golkar, Hasto Sebut Ada Motif Kekuasaan

"Dari KPK. Karena saya juga membantu KPK kan," ungkapnya.

Faisal Basri mengungkap bahwa dari kasus ini, kerugian negara ditaksir mencapai ratusan triliun.

"Ini kan kasus korupsi, kerugian negara ratusan triliun,"

Sosok ekonom dan politikus asal Indonesia ini kemudian menjelaskan bagaimana awalnya sampai bisa terungkap adanya penyelundupan ekspor biji nikel tersebut.

"Biji nikel ini kan dilarang ekspor, sehingga data ekspor biji nikel Indonesia nol dari 2020-2022," imbuhnya.

Baca Juga: Daftar Ketua Umum Golkar dari Masa ke Masa, Ada Harmoko hingga Airlangga Hartarto, Siapa Ketum Terlama?

Saat melihat data tersebut, Faisal Basri tak percaya, sehingga ia melakukan investigasi melalui ITC (International Trade Center).

"Kita cek di WTO ada namanya ITC, International Trade Center. Dia (ITC) mengkompilasi statistik perdagangan luar negeri semua negara," papar Faisal Basri.

Saat Faisal Basri melakukan pengecekan pada negara China, ia menemukan data yang mengatakan bahwa China melakukan import biji nikel dari Indonesia.

"China mengimport biji nikel dari Indonesia, ada ternyata. Indonesia yang tidak melaporkan, Indonesia bilang nol karena dilarang kan,"

Baca Juga: Airlangga Hartarto Mundur, Jokowi Pamer Gowes Akhir Pekan, Komentar Netizen Jadi Sorotan

Data yang ada pada Indonesia ini berbanding terbalik dengan data China yang melaporkan bahwa negara tersebut memang melakukan import biji nikel dari Indonesia sebesar 5.3 juta ton di tahun 2020-2022.

"China melaporkan ada (import biji nikel dari Indonesia) 5.3 juta ton selama tahun 2020-2022," terangnya.

Bukan hanya itu saja, Faisal Basri juga menyebut bahwa penyelundupan yang dilakukan oknum pejabat di Indonesia ini tak berhenti sampai biji nikel saja.

Halaman:

Tags

Terkini