Polisi menjemput jenazah korban sehari setelah keluarga melapor, karena ditemukan sejumlah luka memar yang mencurigakan sehingga mendorong pihak berwenang untuk melakukan autopsi dan mengungkap penyebab kematian balita tersebut.
Selain itu, pelaku pasutri yang diduga melakukan penganiayaan pun telah diamankan polisi dan ditahan di Polres Bima Kota sembari menunggu hasil autopsi dari tim Inafis keluar seminggu ke depan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari keluarga korban, HA baru dua bulan diasuh oleh pasutri RD dan IR sejak ditinggal sang ibu merantau.
"Berdasarkan informasi dari keluarga korban, ibunya ini menitipkan anaknya kepada terduga pelaku dalam dua bulan terakhir karena mengikuti pelatihan di Jakarta, persiapan menyusul suaminya yang sudah lama jadi TKI di luar negeri," kata Aipda Nasrun.
Humas Polres Bima Kota menyebut, kasus ini terkuak ketika IR, salah satu terduga pelaku membawa HA yang saat itu dalam kondisi sakit ke rumah neneknya yang berada di Desa Bugis pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Seketika HA dibawa ke puskesmas terdekat hingga dilarikan ke RSUD Bima untuk mendapat perawatan intensif. Namun, balita tersebut tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir pada Jumat, 9 Agustus 2024 dini hari.
Kasus ini pun menyita perhatian publik dan ramai menjadi perbincangan netizen di media sosial. Beberapa warganet mengaku kesal dengan pelaku penganiayaan dan menyayangkan kedua orang tua korban yang menitipkan sang anak demi bekerja ke luar negeri.
"Anak itu titipan, kalau sudah dikasih terus ga keurus akhirnya diambil lagi sama Tuhan, kasihan kau naak. Kenapa gak titip ke neneknya saja? sangat disayangkan kadang kita percaya nitipin anak ke keluarga sendiri tapi malah diperlakukan tidak baik, surga tempatmu, dek," komentar @mell_mellinda11.
"Penyesalan memang selalu datang terakhir, diasuh mertua atau titip sodara saja aku masih tetap khawatir dan belum tentu percaya, merinding saat liat bekas-bekas luka di badanmu, dek, semoga kau tenang di sana," imbuh akun @khaerunnisa_rrwrf.
Meski demikian, ada pula netizen yang membela orang tua korban yang terpaksa merantau ke luar negeri karena himpitan masalah ekonomi dan tujuan yang baik.
"Buat kalian yang mencibir orang tuanya salah ninggalin anak, tolonglah gak semua orang tua punya kondisi hidup yang nyaman, karena semua orangtua pasti ingin masa depan terbaik untuk anaknya mungkin ada alasan sampe ibunya terpaksa merantau ke luar negeri. Salahkan manusia biadab yang tega menyakiti tubuh anak kecil itu. Semoga kejadian ini tidak menimpa kita semua," komentar akun @ulanzeriaa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI