SketsaNusantara.id - Konflik antara warga Perumahan Tompotika dengan Sekolah Kristen Petra Surabaya akhirnya menemukan titik temu dan berujung damai.
Permasalahan warga dengan pihak Sekolah Petra yang berada di Manyar Tirtoasri Surabaya berawal dari adanya wacana kenaikan iuran keamanan.
Iuran keamanan yang awalnya dikenakan Rp 32 juta menjadi Rp 35 juta per bulan memicu konflik dan perselisihan hingga warga mengeluhkan soal kemacetan yang sering terjadi di lingkungan perumahan Tompotika akibat aktivitas antar jemput di Sekolah Kristen Petra.
Baca Juga: Survey Disk'a Ways: Dua Nama Bacabup Banyuwangi Tengah Naik Daun
Permasalahan pun makin pelik ketika warga kemudian menutup jalan sehingga akses masuk ke Sekolah Kristen Petra terhambat dan mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.
Konflik warga vs Sekolah Kristen Petra ini mencuri perhatian publik hingga jadi viral di media sosial. Tak sedikit warganet yang menyoroti besaran iuran ke keamanan yang terbilang terlalu besar.
Terlebih, pihak sekolah mengaku pernah ada masalah pada laporan pertanggungjawaban keuangan RW setempat yang dianggap tidak transparan sehingga Petra tidak mau membayar iuran keamanan.
Baca Juga: Kronologi Suga BTS Ditangkap Polisi Langgar UU Lalin, Diduga dalam Pengaruh Alkohol
Masalah ini sempat dimediasi oleh oleh Wakil Wali Kota Armuji, pada akhir bulan Juli 2024. Namun, proses mediasi gagal karena tidak ada titik temu sehingga permasalahan soal iuran keamanan ini lanjut ke DPRD Surabaya.
Komisi A DPRD Surabaya pun meminta warga untuk mengedepankan kepentingan anak-anak di Sekolah Kristen Petra dengan membuka akses jalan yang ditutup warga karena merupakan fasilitas umum yang menyangkut kepentingan orang banyak.
Permasalahan soal iuran keamanan ini akhirnya mendapat perhatian dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Pada hari Senin, 5 Agustus 2024 kemarin, Eri akhirnya mempertemukan pihak RW di Kelurahan Manyar Sabrangan serta pihak Sekolah Kristen Petra untuk menyelesaikan perkara yang selama ini jadi polemik di masyarakat.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Surabaya Archive, Walikota Eri Cahyadi akhirnya mendapatkan titik temu permasalahan yang selama ini berasal dari kenaikan iuran keamanan.
Menurutnya, perselisihan soal iuran keamanan diserahkan kepada pihak Sekolah Kristen Petra agar dicarikan solusi mengatasi kemacetan.
"Sebenarnya masalah ini ya sering terjadi, makanya soal iuran biarlah diserahkan ke pihak Petra, masalah sekolah mau bikin shuttle bus atau gimana biar diselesaikan oleh pihak sekolah, biar nanti saya bantu konsultasikan kepada teman-teman di Pemkot," ucap Eri Cahyadi.