Minggu, 19 Juli 2026

Konflik Warga Vs SMA Kristen Petra 2 Surabaya Berakhir Damai, Wali Kota Eri Cahyadi: Pihak Sekolah Tidak Bayar Iuran Keamanan Tapi...

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 7 Agustus 2024 | 13:56 WIB
Kondisi SMA Kristen Petra 2 Surabaya yang sempat viral gegara ribut masalah iuran keamanan dengan warga setempat  (Tangkapan Layar YouTube Surabaya Archive)
Kondisi SMA Kristen Petra 2 Surabaya yang sempat viral gegara ribut masalah iuran keamanan dengan warga setempat (Tangkapan Layar YouTube Surabaya Archive)

Baca Juga: Gaungkan Informasi Pilkada 2024, KPU Jawa Timur Gandeng Organisasi Kepemudaan

Dengan demikian, pihak Sekolah Kristen Petra tidak membayar iuran kepada RW dan usulan ini disambut baik oleh ketua RW setempat untuk menghindari fitnah.

Pengurus Sekolah Kristen Petra pun menyanggupi titik tengah dan berusaha melakukan cara untuk mengatasi kemacetan di sekitar bangunan sekolah.

"Bangunan sekolah Petra ini kan sebenarnya tidak dalam RW sini, dari tahun 70-an ya aman-aman saja, tapi warga kena imbas sekarang ini karena semakin lama sekolah ini kan peminatnya banyak akhirnya jadi macet," kata Eri.

Baca Juga: Fransiskasari Asli Mana? Waria Viral 'Mbak Siska' yang Hina Wanita Berkerudung di TikTok Ternyata Bukan dari Bali: Aku Orang....

"Dari perbincangan ini tadi RW juga terbuka agar tidak ada fitnah maka soal iuran tidak lagi dititipkan ke RW dan Petra sendiri juga luar biasa mau menyelesaikan masalah fasum (fasilitas umum) yang menjadi tanggung jawab sekolah, misal eceng gondok dan masalah kemacetan yang awalnya ditangani warga sekarang jadi tanggung jawab Petra," tuturnya.

Lebih lanjut, Eri meminta maaf dan menyayangkan perkara ini sampai jadi viral, dan menyebut ada ulah beberapa pihak yang ikut memanaskan situasi hingga masalah ini santer dibicarakan warganet di media sosial hingga saat ini.

"Saya minta maaf sekali sebetulnya masalah ini ingin diselesaikan tanpa ada keributan, tapi ada pihak yang ikut masuk 'menggoreng' informasi sehingga menimbulkan kegaduhan," kata Eri.

Baca Juga: Fransiskasari Asli Mana? Waria Viral 'Mbak Siska' yang Hina Wanita Berkerudung di TikTok Ternyata Bukan dari Bali: Aku Orang....

"Ada yang bilang penarikan iuran ini pungli atau apa padahal warga dan petra sendiri juga tidak bilang begitu, dan sebetulnya masalah ini juga bisa diselesaikan dengan cepat, tapi alhamdulillah semua masalah akhirnya sudah selesai," tutupnya.

Baik pihak Petra dan RW setempat pun sepakat berdamai dan perselisihan soal iuran tak lagi menjadi polemik di wilayah tersebut.

"Kami berterima kasih Pak Walikota mau datang ke rumah kami bicara sama-sama, senang saya akhirnya bisa meluruskan masalah supaya tidak jadi fitnah, banyak berita simpang siur jadi makin runyam, saya jadi terkenal gara-gara pungli, jadi sekarang sudah kita serahkan semua (ke Petra)," kata Lulu LiLi Adjufri selaku Ketua RW IV Manyar Sabrangan.

Baca Juga: 2 Pekerjaan Mbak Siska atau Fransiska Sari, Waria Bali yang Viral, Punya Penghasilan Rp42 Juta Sebulan?

"Kami dari pihak Petra akan melakukan CSR untuk mengatasi kemacetan, kalaupun ada kemacetan pun akan lebih cepat terurai, lalu kami juga akan bekerja sama dengan dishub terkait masalah kemacetan ini agar tak lagi menimbulkan masalah bagi warga sekitar sekolah," kata Robertus Prananta selaku Wakil Direktur Sarpras dari Sekolah Kristen Petra.

"Jadi ini sudah clear, pihak sekolah tidak (membayar) titip iuran ke RW lagi dan yang penting sudah ada niatan dari Petra untuk mengatasi kemacetan, warga sini juga sudah sepakat, bagaimana agar lingkungan bersih, bebas macet, dan satu sama lain bisa saling melengkapi, selesai sudah masalahnya," pungkas Eri Cahyadi.***

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Surabaya Archive

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X