news

Gus Mus Heran Kenapa Ada Orang kok Mau Jadi Pengurus NU: Ini Harus Belasungkawa

Minggu, 4 Agustus 2024 | 07:45 WIB
Gus Mus menyatakan keheranan kenapa masih ada orang yang mau jadi pengurus NU. (Tangkap layar Youtube NU Online)

SketsaNusantara.id - Kyai Mustofa Bisri alias Gus Mus turut hadir dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di Unisulla Semarang, Sabtu 3 Agustus 2024.

Dalam acara tersebut, H. Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab dipanggil Gus Rozin resmi dilantik sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029.

Proses pelantikan dilakukan oleh KH Aniq Muhammadun selaku Rais Syuriyah PBNU berdasarkan SK pengesahan kepengurusan PWNU Jawa Tengah Nomor: 333/PB.01./A.II.01.44/99/05/2024.

Baca Juga: Beredar Narasi GP Ansor Didirikan Habib dan Syarifah, Bukan Cuma Sejarah NU yang Dibelokkan?

Dalam sambutannya, Gus Mus menyampaikan keheranan kenapa ada orang yang mau menjadi pengurus NU.

Pemimpin Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang itu membandingkan ucapan selamat yang ditujukan pada anggota DPR dan pengurus NU.

Dengan nada berseloroh, beliau menyebut bahwa yang pantas diucapkan adalah belasungkawa.

Baca Juga: Profil Syarbani Haira, Katib Syuriah PBNU yang Mengundurkan Diri, Pernah Nyaleg hingga Jadi Dosen di Universitas NU Kalsel

"Kalau saya samakan dengan anggota DPR, selamatnya itu nggak cocok. Ini harus belasungkawa," ujar Gus Mus, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube NU Online yang diunggah 3 Agustus 2024.

Kyai yang juga seorang penyair itu menyebut NU sebagai organisasi ndeso (desa), sehingga mengherankan jika ada yang mau menjadi pengurusnya.

"Saya sampai sekarang masih heran, ada orang kok mau jadi pengurus NU. Heran saya. Lha nek pengen dadi anggota DPR, aku ora heran. NU? Usume koyo ngene kok ngurusi NU. Organisasi ndeso," lanjutnya.

Baca Juga: Alasan M. Syarbani Haira Mundur Sebagai Katib Syuriah PBNU, Imbas Konflik NU dengan PKB? 

Gus Mus juga mengingatkan bahwa akar NU adalah dari masyarakat pedesaan karena yang mendirikannya adalah kyai-kyai pesantren di desa-desa.

"NU itu harus jangan dilupakan. NU itu organisasi dari pedesaan. Karena NU itu yang mendirikan adalah kyai-kyai pesantren. Kyai pesantren itu neng deso semua," kata Gus Mus.

Halaman:

Tags

Terkini