SketsaNusantara.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono belum lama ini membeberkan perkembangan terbaru terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 29 Juli 2024 dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Basuki Hadimuljono atau yang akrab disapa Pak Bas ini menjelaskan soal IKN yang akan siap ditempati menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT ke-79 RI.
Pak Bas menginformasikan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mulai berkantor di IKN dan menyebut bahwa ibu kota baru Indonesia tersebut akan menjadi contoh tata kelola manajemen pemerintahan yang baik dan cepat dalam hal pelayanan publik.
"IKN ini akan menjadi contoh tata kelola manajemen pemerintahan yang baik dan juga harus cepat dalam hal perizinan dan mengutamakan partisipasi masyarakat dalam penataannya, sehingga jangan sampai merugikan masyarakat," kata Basuki di hadapan awak media.
Lebih lanjut, Basuki membeberkan soal perkembangan pembangunan infrastruktur mula dari BUMO atau Badan Usaha Milik Otorita yang mendorong perekonomian di IKN serta fasilitas umum seperti transportasi hingga pariwisata.
Ditemani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Wakil Menteri Agraria dan tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni, Pak Bas juga mengungkapkan soal fasilitas listrik dan air, hingga bandara yang nantinya akan dipergunakan untuk tamu upacara kemerdekaan RI yang diundang ke IKN.
Namun, ada hal yang mencuri perhatian publik saat konferensi pers berlangsung, yakni saat Raja Juli Antoni beberapa kali menyela perkataan Pak Bas saat menjawab pertanyaan wartawan.
Baca Juga: Semangat Tak Terbendung di Bawah Hujan Deras, JFC 2024 Tetap Tampil Meriah dan Memukau
Dalam video berdurasi 18 menit, tampak Raja Juli Antoni beberapa kali memotong perkataan Pak Bas dan menambahkan beberapa hal terkait perkembangan pembangunan di IKN.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut menjelaskan soal pembangunan IKN yang tidak terburu-buru dan tidak terpaku hanya untuk persiapan upacara HUT Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2024 saja.
Tak hanya itu, Raja Juli Antoni juga menyela perkataan Pak Bas saat ditanya wartawan soal pendapatnya mengenai presiden dan wakil presiden terpilih yang bakal menempati kantor di IKN atau tidak.
Baca Juga: Tidak Direkom PDIP, Eks Pj Bupati Jombang Sugiat Gerilya ke Partai Gerindra