SketsaNusantara.id - Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate Jember, Jono Wasinudin angkat suara terkait pesilat PSHT yang melakukan pengeroyokan kepada anggota Polsek Kaliwates Jember pada Senin, 22 Juli dini hari.
Atas dasar peristiwa tersebut, Jono Wasinudin mengatakan kejadian ini sangat disayangkan dan dirinya meminta maaf kepada pihak kepolisian.
"Memang acara pengesahan dan doa bersama sudah selesai dilakukan, tetapi kami sangat menyayangkan kejadian tersebut dan kami mohon maaf atas kejadian itu,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa, 23 Juli 2024.
Jono juga menyampaikan, terkait dengan pelaku pengeroyokan, ia bersama anggotanya akan mencari pelakunya dan dalam kurun waktu 1x24 jam bisa diserahkan.
"Kami mohon maaf dan setelah komunikasi dengan Kapolres Jember, kami sepakat dan akan ikut membantu mencari pelakunya. Insyallah dalam waktu 1x24 jam bisa ditangkap,” tuturnya.
Sebelum kejadian, pihaknya sudah menegaskan bahwa acara pengesahan tersebut dilakukan dengan doa bersama.
"Acaranya ini pengesahan dan doa bersama, kami sudah sampaikan kepada saudara kami bahwa kegiatan yang ada di SH Terate ini hanya untuk kegiatan sendiri, ramaikan sendiri,” jelasnya.
Jika nantinya pelakunya ditemukan, Jono menegaskan bahwa sanksi bukan hanya akan diterima dari proses hukum saja, tetapi dari internal PSHT juga.
"Selain ada sanksi hukum yang kami hormati dan taati, kami juga berikan sanksi sesusai adab dan etika di perguruan PSHT. Mungkin bisa sakral dan syarat lainnya kita ambil,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi menambahkan, bahwa terduga pelaku dari hasil keterangan sekitar 10-15 orang.