news

PSHT Keroyok Polisi, Polres Jember Buru Pelakunya, Kapolres: Jumlahnya 10-15 Orang

Selasa, 23 Juli 2024 | 08:14 WIB
Anggota Polsek Kaliwates Jember usai dikeroyok oknum anggota PSHT. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara. )

SketsaNusantara.id - Aipda Parmanto Indrajaya, anggota Polsek Kaliwates kini terkapar usai dikeroyok oknum anggota Perguruan Setia Hati Ternate saat mengatur lalu lintas konvoi PSHT pada Senin, 22 Juli dini hari.   

Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat, saat banyaknya para anggota PSHT dengan jumlah yang banyak melintas di pertigaan Transmart. 

 

Banyaknya anggota PSHT tersebut membuat jalan jadi terblokade.

Baca Juga: PKS Angkat Bicara soal Peluang Gabung dengan PDIP di Pilgub Sumut, Hidayat Nur Wahid: Ditunggu Saja Nanti

Kapolsek Kaliwates Nurhadi mengatakan, anggotanya sedang melakukan tugas dan membantu mengurai kemacetan di daerah itu.

"Tiba-tiba anggota kami dikeroyok oleh oknum yang menggunakan seragam perguruan pencak silat, yang sedang ikut konvoi,” ujarnya saat dikonfirmasi di kantormya, Selasa, 23 Juli 2024.

Alhasil, Aipda Parmanto Indrajaya harus terkapar dan dilarikan ke rumah sakit kemudian mendapatkan perawatan intensif.

Baca Juga: KPU Kabupaten Madiun Pastikan Orang Meninggal Tidak Masuk DPT pada Pilkada 2024

Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi menegaskan peristiwa ini tidak boleh terulang kembali dan Polres Jember akan mengusut tuntas kasus ini.

"Kami akan tindaklanjuti, maka sudah kami minta hadir seluruh ketua ranting PSHT dan cabang PSHT Jember, untuk menuntaskan persoalan ini,” tuturnya.

Ia menekankan, untuk pelakunya, masing-masing pihak bisa memberikan informasi terkait siapa yang melakukan pengeroyokan, sebab saat peristiwa jumlahnya sangat banyak. 

Baca Juga: Tetangga Adalah Maut! Pasutri di Lampung Ini Tewas Setelah Dianiaya Tetangganya Sendiri, Ada Apa?

"Jadi memang sangat banyak sekali, maka kami meminta agar berbagai pihak memberikan informasinya, karena kurang lebih totalnya 10-15 orang,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini