Dia menyatakan bahwa fokus simulasi itu adalah sebagai pengamanan saat kegiatan pemilihan kepala daerah maupun gubernur digelar.
"Baik sebelum pemilu, saat pemilu, hingga sesudah pemilu," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jember Firjaun Barlaman mengapresiasi simulasi pengamanan kota yang dilakukan Polres Jember.
Dari berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi, lanjutnya, petugas sudah siap.
Baca Juga: Rumah Khofifah Jadi Puncak Coklit, Ning Lia Sebut Ada Pesan Penting untuk Warga
Harapannya, masyarakat Kabupaten Jember mendukung adanya keamanan terhadap pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024.
"Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, Jember tetap kondusif dan menghasilkan pemimpin yang baik untuk masyarakat," tandasnya.***