Dia menyatakan bahwa fokus simulasi itu adalah sebagai pengamanan saat kegiatan pemilihan kepala daerah maupun gubernur digelar.
"Baik sebelum pemilu, saat pemilu, hingga sesudah pemilu," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jember Firjaun Barlaman mengapresiasi simulasi pengamanan kota yang dilakukan Polres Jember.
Dari berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi, lanjutnya, petugas sudah siap.
Baca Juga: Rumah Khofifah Jadi Puncak Coklit, Ning Lia Sebut Ada Pesan Penting untuk Warga
Harapannya, masyarakat Kabupaten Jember mendukung adanya keamanan terhadap pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024.
"Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, Jember tetap kondusif dan menghasilkan pemimpin yang baik untuk masyarakat," tandasnya.***
Artikel Terkait
Tante Lien Korban Sinterklas Hitam, Apa Itu? Kisah Irian Barat, Presiden Soekarno dan Tradisi Berusia Ratusan Tahun
107 Guru Honorer Dipecat Sepihak, Begini Klarifikasi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Mantan Wartawan Jadi Politisi, Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo Siap Gandeng Promedia Gelar Pelatihan Jurnalisme Berkualitas
107 Guru Honorer Diberhentikan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta Berikan Solusi Agar Tetap Bekerja
Coklit di Dusun Terpencil, Kisah Pantarlih Desa Kabuaran Bondowoso Menerjang Medan Terjal di Kaki Gunung Argopuro
Kiky Saputri Suarakan Nasib CPNS Dosen yang Mengaku Ditelantarkan Kemdikbud, Nadiem Makarim Ramai Jadi Bulan-bulanan Netizen
Rumah Khofifah Jadi Puncak Coklit, Ning Lia Sebut Ada Pesan Penting untuk Warga