"Pembahasan tersebut diserahkan kepada ibu kami, karena banyak saudara-saudara kami di sini,” tuturnya.
Alumni D3 Agribisnis Universitas Brawijaya ini menyampaikan, pihak PCNU menunggu sekitar 2 minggu dan akhirnya sang ibu merestui.
"Jadi semua keputusan dan pembahasan untuk maju semua kami serahkan kepada ibu kami, karena restunya di beliau,” jelasnya.
Gus Ibin menambahkan, keputusan maju ini selain mendapatkan restu dari sang ibu, pihaknya melihat bahwa banyak problem yang harus dibenahi di Nganjuk.
"Persoalan pengangguran, kemiskinan dan pengembangan sektor pertanian hingga kesehatan yang sangat perlu dibenahi,” tegasnya.
Ia melihat, rantai kemiskinan ini terjadi karena sektor pertanian di Nganjuk memerlukan perhatian khusus, karena Nganjuk merupakan lumbung hasil pertanian.
"Jadi kami ingin bisa membangun Nganjuk dengan sektor pertaniannya,” pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono memberikan masukan terkait potensi yang ada di Nganjuk untuk bisa dikembangkan.
"Selain dari segi pertanian dalam pengurangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan, kami juga bisa menawarkan kemitraan melalui media,” tuturnya.
Ia menyampaikan, Promedia Teknologi Indonesia bersiap membantu dalam pelatihan dan publikasi potensi di Nganjuk.
"Kami bisa memberikan bantuan untuk pelatihan media di Nganjuk, karena agar bisa sinergi untuk menjadikan pengusaha media berdaya,” jelasnya.
"Selain itu, kami juga membuka peluang lapangan kerja sesuai visi kami bagi dengan mencetak para content creator,” tutupnya.***