Kamis, 4 Juni 2026

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya Dapat Restu Sang Bunda Maju

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Kamis, 18 Juli 2024 | 12:57 WIB
Gus Ibin (tiga dari kiri;red) saat diskusi dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono dan Direktur SketsaNusantara.id Gogot Cahyo Baskoro. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara. )
Gus Ibin (tiga dari kiri;red) saat diskusi dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono dan Direktur SketsaNusantara.id Gogot Cahyo Baskoro. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara. )

SketsaNusantara.id - Gus Muhammad Muhibbin Nur merupakan sosok pemuda asal Nganjuk, yang siap bertarung dalam Pilkada 2024.

Terlahir dari keluarga pesantren membuat Gus Ibin panggilan akrabnya, banyak mendapatkan ilmu agama yang kuat.

Hingga dirinya beranjak dewasa pun, masih diminta membangun pondok pesantrennya. Sehingga sebagian besar kehidupannya dihabiskan dengan mengajar para santri.

Baca Juga: Blusukan Sapa Warga Tangerang Selatan, Marshel Widianto Usung 'IMUT' untuk Sukseskan Pilkada 2024

Gus Ibin merupakan putra ke-4 dari KH Muhammad Nur dan ibu Nyai H Maulidiyyatul Ummayyah selaku pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Mardliyah Mojosari, Loceret, Nganjuk.

Ponpes Mojosari ini merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Nganjuk, banyak tokoh-tokoh ulama yang pernah nyantri di sini.

Hal ini membuat dirinya dan keluarga fokus dalam menyiarkan nilai-nilai agama, dan jauh dari urusan politik.

Baca Juga: Rumah Khofifah Jadi Puncak Coklit, Ning Lia Sebut Ada Pesan Penting untuk Warga

Dari dasar tersebut, Gus Ibin memberikan alasan dirinya maju dalam Pilkada 2024. Ia menerangkan, tekadnya maju dalam Pilkada 2024 sudah diputuskan sejak 3 bulan yang lalu.  

"3 bulan lalu saya tidak berfikiran dan akan mencalonkan diri sebagai calon bupati Nganjuk,” ujarnya saat diskusi dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono dan Direktur SketsaNusantara.id di rumah pemenangannya, di Loceret, Nganjuk, Kamis, 18 Juli 2024.

Pria kelahiran 1984 ini menyampaikan, para kyai melalui Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) ada diskusi bahwa calon bupati Nganjuk harus dari kalangan sendiri.

Baca Juga: Mantan Wartawan Jadi Politisi, Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo Siap Gandeng Promedia Gelar Pelatihan Jurnalisme Berkualitas

"Dari diskusi para kyai bahwa calon bupati yang didukung harus dari Pondok Pesantren Mojosari, bukan saya ya tapi masih dari pondok kami,” imbuhnya.

Setelah ada obrolan tersebut, ada perwakilan yang datang ke pondok pesantren untuk membahas hal tersebut.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X