news

Siap-Siap! Luhut Ungkap Rencana Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi untuk Kurangi Polusi Udara, Mulai Kapan?

Kamis, 11 Juli 2024 | 09:32 WIB
Potret Menko Marves RI Luhut Pandjaitan soal rencana pembatasan BBM subsidi. (Instagram @luhut.pandjaitan.)

"Tingkat sulfur yang dimiliki bahan bakar alternatif bietanol ini juga tergolong rendah dari BBM. Kalau bensin kan 5000 ppm tapi energi alternatif ini sekitar 50 ppm lah," ujar Luhut.

"Apabila kita mampu melakukan rencana pembatasan BBM dan konversi bensin ke energi alternatif ini, maka jumlah penderita ISPA bisa kita tekan dan pembayaran BPJS untuk penyakit tersebut bisa dihemat mencapai Rp 38 triliun," tuturnya.

Baca Juga: Menuju Pilkada 2024, KPU Tuban Gelar Sosialisasi Tahapan Pencalonan, Simak Jadwal dan Penerimaan Pendaftarannya

Lantas, kapan mulai diberlakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi? Luhut menyebut rencana ini akan sudah dipersiapkan Pertamina dan akan diterapkan mulai 17 Agustus 2024 mendatang.

"Sekarang lagi dipersiapkan Pertamina dan harapannya nanti 17 Agustus nanti kita bisa mulai menjalankan (pembatasan BBM subsidi)," ungkap Luhut.

"Dengan begitu orang yang berhak mendapatkan subsidi BBM ini mendapatkan haknya dan akan lebih tepat sasaran pula. Saya optimis rencana ini bisa berhasil dan upaya ini dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan dan keseimbangan negara," pungkasnya.

Baca Juga: Pengacara Deolipa Yumara Ungkap Ada Kemungkinan Terburuk Meski Pegi Setiawan Telah Dibebaskan dari Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Rencana pembatasan pembelian BBM subsidi ini menuai beragam reaksi dari masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Warganet menilai pengurangan polusi sebetulnya bisa dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, sehingga pemerintah harus lebih memperhatikan fasilitas tersebut.

Di sisi lain, warganet menilai pembatasan BBM untuk mengurangi polusi terbilang percuma jika masih banyak aktivitas deforestasi yang mengurangi lahan hutan seperti yang dilakukan pada pembangunan megaproyek IKN di Kalimantan Timur.

"Kurangi polusi itu bisa dengan cara membatasi kendaraan pribadi dan perbanyak fasilitas transportasi publik yang berkualitas dan aksesibel," komentar akun @dicky.senda, yang merupakan seorang sastrawan sekaligus aktivis pangan lokal.

"Banyak hal yang mendukung pengurangan polusi bukan cuma pembatasan penggunaan bensin, percuma mengurangi pembelian BBM tapi kalo hutan terus dibabat habis seperti IKN, padahal Kalimantan dulunya jadi salah satu paru-paru dunia," komentar akun @m.amirrizal78.***

Halaman:

Tags

Terkini