"Saat itu, korban dan dua temannya yang ikut menolong pingsan lalu segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, sayangnya nyawa Ketua OSIS ini tidak tertolong," pungkasnya.
Kedua teman Fajar yang dilarikan ke rumah sakit sempat mendapat perawatan medis dan berhasil tertolong lalu dipulangkan ke rumah masing-masing.
Terkait hal ini, polisi melakukan penyelidikan, namun ternyata keluarga Fajar tidak berniat untuk membuat laporan, sehingga kejadian ini disebut murni karena kecelakaan atau musibah.
"Sempat dilakukan penyelidikan tetapi karena keluarga tidak bersedia untuk membuat laporan kepolisian dan tidak mau melanjutkan proses penyelidikan," ungkap Umar Mustofa selaku Kapolsek Cawas, kepada wartawan pada hari Senin, 8 Juli 2024.
"Jadi, kami tidak dilakukan autopsi atau tindakan lanjutan karena keluarga korban sudah menerima, dan pada intinya kejadian ini dianggap musibah," pungkasnya.
Kisah Ketua OSIS ini pun mencuri perhatian publik dan cukup ramai jadi perbincangan di media sosial.
Warganet mengaku resah dengan tradisi ulang tahun dan berharap kejadian serupa tak terulang kembali di masa depan demi keamanan dan keselamatan bersama.
"Turut berduka atas meninggalnya Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Klaten, semoga keluarga diberi ketabahan, ini juga jadi pelajaran bagi kita, sudahi tradisi yang menurut saya gak ada faedahnya, kasihan yang ulang tahun," komentar salah satu netizen.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun, semoga husnul khatimah, dari persitiwa ini lebih baik tinggalkan tradisi lama apalagi cebur-ceburin ke kolam, apalagi kalo sudah ada korban gini baru menyesal, mending adakan bakti sosial aja, syukuran, adakan kegiatan positif supaya barokah," imbuh netizen lainnya.***