news

Mengenal Si Dura Maskot KPU Lamongan dalam Pilkada 2024, Wujud Representasi Sinergi Budaya Lokal dan Ikon Keragaman

Selasa, 9 Juli 2024 | 18:00 WIB
Si Dura, Maskot KPU Lamongan dalam Pilkada 2024 (Instagram/@kpulamongan)

SketsaNusantara.id - Si Dura, maskot Pilkada Lamongan 2024 resmi diperkenalkan oleh KPU Kabupaten Lamongan pada 12 Juni 2024 lalu.

Sebelumnya, proses penentuan maskot ini dilakukan melalui tahapan perlombaan design maskot dan jingle Pilkada 2024 yang diselenggarakan KPU Kabupaten Lamongan.

Romzi Akram Naufal sebagai pemenang desain maskot Pilkada 2024 Lamongan ini mengangkat ikon Gapura Paduraksa yang dipadukan dengan busana adat Lamongan. Nama Si Dura, diambil dari nama Gapura Paduraksa.

Baca Juga: Lebih dari 80 Persen Warga Sudah Dicoklit, Begini Persiapan KPU Kota Madiun Jelang Pilkada Serentak 2024

Si Dura resmi diperkenalkan kepada masyarakat Lamongan yang juga merupakan penanda proses berjalannya Pemilihan Bupati an Wakil Bupati Lamongan 2024 yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @KPU Lamongan, inilah makna dan arti filosofis Si Dura, maskot yang diusung KPU Lamongan dalam Pilkada 2024.

Gapura Paduraksa yang ada di kompleks Sendangduwur Paciran merupakan bangunan ikonik yang ada di perbatasan Gresik dan Lamongan. Lebih dari sekedar batas wilayah, Gapura Paduraksa merekam banyak jejak sejarah dan budaya yang mencerminkan ikonik keberagaman.

Baca Juga: KPU Kabupaten Ponorogo Targetkan Tuntas Coklit Kurang dari Sebulan, Khusnul Khotimah: Sudah 75 Persen di Minggu Kedua

Sebagai wujud ikonik kebanggaan masyarakat Kabupaten Lamongan, Gapura Paduraksa di sini dituangkan dalam bentuk kepala mascot dengan sayap kanan dan kirinya yang ikonik.

Hal ini diharapkan agar Bupati dan Wakil Bupati Lamongan 2024 yang terpilih mampu mengembangkan sector pemerintahan lebih maju dan membawa Kabupaten Lamongan memasuki erbang kesejahteraan yang lebih makmjur.

Selanjutnya adalah penampakan visual busana yang dikenakan oleh Si Dura. Ia diadaptasi dari busana adat Lamongan yang diresmikan pada HUT ke 450 tahun 2019 lalu.

Busana yang dipakai Si Dura merupakan perpaduan budaya lokal yang ada di Kabupaten Lamongan. Salah satunya ada kowakan pada beskap, yang merupakan ciri adat Tambal Sewu Desa Sambilan Kecamatan Mantup.

Baca Juga: KPU Magetan Siapkan Strategi Jitu Demi Tingkatkan Jumlah Partisipasi Masyarakat ke TPS di Pilkada 2024

Dalam Udeng dan Jarit Si Dura, terdapat ornamen batik dengan motif unik singo mengkok yang merupakan khas masyarakat Lamongan Utara.

Halaman:

Tags

Terkini