Terkait hal ini, pihak dari BNI pun menghubungi Dewi. Dalam komentar twitternya, pihak bank menindaklanjuti transaksinya yang bukan dilakukan Dewi sendiri untuk segera diproses.
Sempat merasa lega usai dihubungi pihak bank, Dewi pun ke kantor cabang BNI terdekat. Namun, ia mengaku malah mendapat chat pribadi dari oknum HRD dan memintanya bertemu empat mata.
"Tadi aku kecabang @BNI di sana aku diinvestigasi, dan kayanya pihak bank langsung hubungi PT tersebut karena dia yang daftarin data aku," ujar Dewi.
"Tapi HRD langsung kontak aku pribadi. Dia mau ketemu aku empat mata katanya gak mau dirame-ramein," imbuhnya.
Oknum HRD tersebut meminta agar kasusnya tak jadi viral dan menyebut ada kesalahpahaman.
HRD inisial L tersebut mengaku salah dan berdalih bahwa ia lalai menggunakan datanya untuk mendaftarkan akun rekening.
"Kata HRD dia teledor masukin data nama Dewi yang lain dan itu keliru data aku, padahal jelas tanggal lahir beda, dan mencurigakan lagi dia tau lokasi saya di mana," kata Dewi.
Setelah berdebat panjang, akhirnya oknum HRD tersebut menjelaskan bahwa transaksi yang dilakukannya aman dan berdalih bukan pinjol. L juga meminta kasus ini diselesaikan baik-baik tanpa harus viral.
Dewi menerima itikad baik L, namun anehnya saat diminta ketemu langsung ke kantor BNI, HRD tersebut mengelak dan meminta ketemu ke tempat lain.
Hal ini makin membuat curiga Dewi dan makin kuat dugaan datanya disalahgunakan HRD tersebut.
"Saya minta ketemu ke BNI hari Senin (8 Juli 2024) tapi HRD ini mengelak, padahal ini kesalahan fatal, mungkin kalau kasus ini viral dia takutnya dipecat,” tutur Dewi.