Seluruh Dosen pun mogok ngajar, dan menyampaikan orasi untuk meminta agar Prof. Budi Santoso dikembalikan pada posisi Dekan FK Unair seperti semula.
Bahkan, aksi ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak termasuk kampus-kampus kedokteran maupun dari berbagai jurusan Institusi pendidikan lainnya.
Tampak kampus FK Unair pun mendapat banyak kiriman bunga sebagai wujud atas matinya kebebasan berpendapat dan juga mendukung kembalinya Prof. Bus dengan menggaungkan tagar "Save Prof. Bus" di media sosial.
Pemberhentian Dekan FK Unair ini masih menjadi polemik dan menimbulkan tanda tanya besar bagi publik. Bukan tanpa alasan, pemberhentian Prof. Bus ini menjadi sorotan dan ditengarai ada hubungannya dengan penolakan kebijakan pemerintah.
Prof. Budi Santoso diberhentikan usai menolak rencana pemerintah melalui Kemenkes RI soal rencana pemerintah mendatangkan dokter asing ke Indonesia.
Menurut Budi, sebagian besar fakultas kedokteran yang ada di Indonesia mampu meluluskan dokter berkualitas yang tak kalah dengan dokter asing, sehingga ia dengan lantang menolak rencana tersebut.
Namun, setelah menyatakan pendapatnya, Budi Santoso dipanggil pimpinan kampus hingga akhirnya dipecat sebagai Dekan FK UNAIR.***