news

Hari Terakhir Verfak Calon Perseorangan di Pilkada Jember, Bawaslu Jember Temukan Beberapa Kendala di Lapangan

Kamis, 4 Juli 2024 | 17:46 WIB
Caption: Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Jember Wiwin Riza Kurnia. (SketsaNusantara.id/ Angga Juli Setiawan)

SketsaNusantara.id - Tahapan verifikasi factual (Verfak) calon perseorangan Pilkada serentak 2024 di Jember terus berjalan, kini prosesnya sudah 90 persen lebih.

Dengan kondisi tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember melakukan pengawasan melekat kepada verifikator di lapangan hingga hari terakhir ini.

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Wiwin Riza Kurnia mengatakan, di hari terakhir ini proses verfak terus dilakukan pengawasan hingga nantinya proses penginputan dan rekapitulasi.

Baca Juga: Mirip Gedung DPR, Pesona Masjid 7 Kubah di Jember Sarat Makna Religius hingga Falsafah Hidup Orang Jawa

"Jadi kami sudah meminta jajaran Panwascam di Jember untuk melakukan verfak secara menyeluruh ke masing-masing verifikator," ujarnya saat dikonfirmasi SketsaNusantara.id di Bawaslu Jember, Kamis 4 Juli 2024.

Wiwin menerangkan, jika prosesnya saat ini dari hasil koordinasi di masing-masing kecamatan kurang lebih sudah terinput di system Silon milik KPU sekitar 90 persen lebih.

"Dari data kami, sudah masuk sekitar 90 persen lebih tetapi ada kecamatan yang memang masih belum dalam proses penginputan ke Silon, maka kami minta Panwascam untuk terus melakukan pengawasan melekat," imbuhnya.

Baca Juga: Pemkab Jember dan DPRD Mulai Pembahasan RPJPD Jember 2025-2045, Pansus 4 Berikan Masukan Penting

Kendati demikian, Bawaslu Jember menurut Wiwin sudah mengirimkan imbauan kepada KPU Jember untuk segera melakukan koordinasi ke tingkat Kecamatan dan Desa dalam proses verfak serta penginputan.

"Kami meminta KPU untuk memastikan agar di hari terakhir pukul 23.59 WIB nanti, semua proses verfak sudah terinput di Silon," tegasnya.

Dirinya menyadari dalam proses pengawasan di lapangan terdapat beberapa kendala yang terjadi, mulai dari lokasi, pendukung yang tidak di tempat hingga kendala system.

"Memang tidak dapat dipungkiri ada beberapa hal yang memang menjadi kendala, karena tahapan Pilkada serentak yang beririsan dengan pencocokan dan penelitian, keterbatasan SDM hingga saat pengawasan door to door pendukung tidak di tempat," tuturnya.

Baca Juga: Gus Fawait Kembali Terima Surat Tugas untuk Maju Pilkada 2024, DPD PAN Jember: Segera Menjalin Komunikasi dengan Partai Koalisi

Ia menegaskan, meskipun personel Bawaslu di bawah tidak banyak tetapi proses pengawasan melekat terus dilakukan.

Halaman:

Tags

Terkini