Perkataan Menko PMK ini sontak menuai kritikan dari netizen. Tak sedikit warganet menentang pendapat Muhadjir dan dianggap malah menyusahkan rakyat.
"Menko PMK makin hari omongannya makin ngaco! Kuliah gimana caranya diusahakan biar biayanya terjangkau, ini malah nyaranin pake pinjol, mahasiswa bukannya makin pinter mikirin kuliah, tapi malah makin banyak pikiran, orang tua juga makin susah," komentar akun @eb_ganz0.
"Sedih ya, punya mentri seperti Muhadjir ini, wisuda kan momen bahagia malah dimanfaatkan jadi ladang bisnis, kok ya tega malah lembaga pendidikan disuruh keruk keuntungan bukannya malah mikir gimana cara benahi kualitasnya," komentar akun @henponjaduul.
Bukan tanpa alasan, netizen menyayangkan pendapat Muhadjir sejak perkataannya soal pemberian bansos untuk korban taruhan online atau judol menuai kontroversi di masyarakat.
Menurut Muhadjir, korban judol bisa masuk dalam diberikan bansos terutama bagi anak, istri dan keluarga yang menerima dampak utama akibat taruhan online yang makin meresahkan di Indonesia.
Namun, warganet menilai pemberian bansos itu tidak memberikan efek jera dan makin memicu orang lain untuk melakukan judol karena merasa hidupnya terjamin meski kalah taruhan.
Bahkan anggota DPR ada yang menyebut kondisi kemiskinan akibat kalah taruhan online juga tidak bisa masuk kriteria orang yang berhak menerima bansos dan harusnya pemerintah lebih fokus untuk memberantas sumber judol agar tidak ada lagi masyarakat yang terkena dampaknya.***