"Insiden pusat data sementara ini adalah serangan siber dalam bentuk Ransomware dengan nama Brain Cipher Ransomware,” ujar Hinsa Siburian
Serangan siber dalam bentuk Ransomware ini mengakibatkan puluhan layanan publik di Indonesia alami gangguan dan tidak dapat diakses.
Selama proses pemulihan, peretas meminta uang tebusan sebesar Rp131 Milliar. Namun, Pemerintah Indonesia tetap berupaya mengatasi masalah ini tanpa memberikan uang tebusan.***