"Insiden pusat data sementara ini adalah serangan siber dalam bentuk Ransomware dengan nama Brain Cipher Ransomware,” ujar Hinsa Siburian
Serangan siber dalam bentuk Ransomware ini mengakibatkan puluhan layanan publik di Indonesia alami gangguan dan tidak dapat diakses.
Selama proses pemulihan, peretas meminta uang tebusan sebesar Rp131 Milliar. Namun, Pemerintah Indonesia tetap berupaya mengatasi masalah ini tanpa memberikan uang tebusan.***
Artikel Terkait
Ikuti Fedi Nuril? Darius Sinathrya Beri Sindiran Menohok Usai PDN Kominfo Kebobolan Hacker: Mau Hapus Jejak...
Geger! Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung di Jembatan Cimindi dengan Pakaian Serba Hitam, Begini Kondisinya
Ramai Kelakuan WNA di Bali Meresahkan, Bule Asal Denmark Ini Viral Bantu Warga Wakatobi Perbaiki Jembatan Rusak
Geger! Seorang Pria Tewas Mengenaskan di Flyover Cimahi, Tinggalkan Secarik Kertas Surat Wasiat
Keterlaluan! Dijanjikan Rumah Berlapis Emas di Surga, Pengurus Pondok Pesantren di Lumajang Ini Nikahi Anak Dibawah Umur Tanpa Seizin Orang Tuanya
Profil Kristian Hansen, WNA Viral Asal Denmark yang Sukses Perbaiki Jembatan di Wakatobi: IG, TikTok, YouTube