Beberapa warganet mengaku wajar dan siapa saja berhak merayakan kelulusan sekolah asalkan tidak merugikan pihak lain.
Namun, tak sedikit pula warganet yang tak setuju adanya penyematan gelar dan sebaiknya tidak usah diadakan acara wisuda dan merayakan kelulusan sekolah dengan cara sederhana tapi berkesan.
Menyadari videonya memicu perdebatan, Selvi selaku pemilik akun Tiktok @slvyds_ pun akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi atas postingannya yang membuat kegaduhan.
Gadis berusia 18 tahun tersebut, menanggapi netizen yang mengkritiknya usai mengenakan toga dan meminta maaf karena mengenakan selempang bergelar "MIPA" yang menjadi perdebatan.
"Setahu saya sudah banyak anak SD, SMP bahkan TK yang pakai toga saat acara kelulusan dan saya mengaku ikut-ikutan teman pakai gelar MIPA pada selempang yang saya pakai," kata Selvi.
"MIPA itu mengacu pada mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi yang dipelajari di SMA, jika gelar MIPA itu sakral dan tidak berkenan di hati netizen, saya minta maaf atas ketidaknyamanannya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Selvi hanya menggunakan selempang tersebut untuk selebrasi selama acara kelulusan saja.
Selvi juga memahami keresahan netizen yang mengkritiknya karena meraih gelar akademis sarjana itu sangat sulit dan lebih berhati-hati dalam bertindak agar tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari.
"Saya bertetima kasih karena sudah diingatkan untuk tidak menggunakan gelar karena itu cukup sakral apalagi meraih gelar sarjana itu sangat sulit," lanjut Selvi
"Tapi memang banyak yang memakai toga dan atribut selempang, bahkan gak ada undang-undang yang melarang perayaan wisuda untuk kelulusan sekolah," tuturnya.
"Saya di sini ingin klarifikasi bahwa postingan saya untuk have fun aja gitu, dan tak ada niatan apapun, cuma ingin selebrasi, jadi ke depannya saya aka berhati-hati dalam bertindak, terima kasih perhatiannya," pungkas Selvi.***