Itulah yang menjadi sumber masalah, dimana pemerintah terlalu fokus pada 10 persen masyarakat bawah, sedangkan kelas menengah terabaikan.
Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan, dan fasilitas bagi kaum menengah hingga menyebabkan pecahnya demonstrasi di Ibu Kota Chile, Santiago.
Saat itu lebih dari satu juta orang turun ke jalan dan lakukan aksi demo yang keras hingga tewaskan 18 orang.
Sebastian Pinera sebagai Presiden Chile saat itu sampai umumkan reshuffle besar-besaran pada kabinetnya.
Dari peristiwa di Chile itu, menurut Bossman Mardigu seharusnya Indonesia bisa belajar bahwa kaum kelas menengah juga membutuhkan perhatian pemerintah dengan kualitas pendidikan yang baik, fasilitas umum, serta daya dukung lingkungan.
Untuk itu disamping tetap memberi bantuan kepada kelas bawah, kelas menengah juga harus diperhatikan agar The Chilean Paradox tidak terjadi di negeri ini.***