Itulah yang menjadi sumber masalah, dimana pemerintah terlalu fokus pada 10 persen masyarakat bawah, sedangkan kelas menengah terabaikan.
Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan, dan fasilitas bagi kaum menengah hingga menyebabkan pecahnya demonstrasi di Ibu Kota Chile, Santiago.
Saat itu lebih dari satu juta orang turun ke jalan dan lakukan aksi demo yang keras hingga tewaskan 18 orang.
Sebastian Pinera sebagai Presiden Chile saat itu sampai umumkan reshuffle besar-besaran pada kabinetnya.
Dari peristiwa di Chile itu, menurut Bossman Mardigu seharusnya Indonesia bisa belajar bahwa kaum kelas menengah juga membutuhkan perhatian pemerintah dengan kualitas pendidikan yang baik, fasilitas umum, serta daya dukung lingkungan.
Untuk itu disamping tetap memberi bantuan kepada kelas bawah, kelas menengah juga harus diperhatikan agar The Chilean Paradox tidak terjadi di negeri ini.***
Artikel Terkait
Politik Dinasti Ramai Jadi Sorotan! Selain Gibran, Inilah Deretan Keluarga Presiden Jokowi yang Menduduki Jabatan Penting di Pemerintahan
Gibran Minta Maaf terkait Pembagian Buku Tulis Bergambar Jan Ethes, Putra Jokowi: Sudah Ada 4 Tahun Terakhir
Garang! Susi Pudjiastuti Tanggapi Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Taruhan Online, Netizen: Kalau Ditutup Uang Sakunya Hilang Bu...
Gibran dan Selvi Nonton JKT48 di Latihan Pestapora Solo, Netizen Galfok ke Anak Jokowi: Mas Gibran Mirip Dave Stanley
Presiden Jokowi Korbankan Jenis Sapi Simental di Masjid Baiturrahman Semarang, Ternyata Berasal dari Ras Tertua di Dunia
Apa Itu Sapi Simmental? Kurban Presiden Jokowi Berbobot 1 Kwintal Lebih, Ini Ciri Spesifiknya
PAN Dicap Sebagai Partai Kuda Tunggangan Dinasti Usai Ngotot Usulkan Kaesang Maju Pilkada DKI Meski Tanpa Restu Jokowi